Kasus Potongan Uang Bansos Berlanjut, Saat Ini Sudah 3 Orang Diperkisa

170
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Warga yang memposting adanya dugaan pemotongan dana bansos di RW 05 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, dicari. Penyidik Polres Metro Depok mengusut kasus dugaan pemotongan bantuan sosial tunai (BST) di Kelurahan Beji. Sejumlah saksi mulai dari warga hingga ketua RW telah dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, ada tiga orang saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk warga yang sempat memposting dugaan pemotongan bansos di media sosial.

“Yang upload di medsos dan sempat dihapus juga sudah kita panggil. Namun kalau yang upload dan menjadi viral itu belum,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, permintaan saksi dinilai perlu untuk menentukan hasil pemeriksaan dan pengumpulan bukti. Nantinya, keterangan dan bukti yang diperoleh akan dicocokkan untuk menentukan apakah kasus layak ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Nanti akan ditentukan apakah akan naik ke tahap peyidikan atau tidak dari keterangan saksi dan Ketua RW,”katanya.

Dari keterangan pengurus RW 05 Kelurahan Beji, dugaan pemotongan uang bansos sudah dikembalikan kepada warga. Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan ada dua warga di RW 05 Kelurahan Beji yang memposting adanya dugaan pemotong dana bansos.

Warga yang pertama memposting di medsos sudah dihapus dan memintaa maaf kepada pengurus RW. Namun warga lainnya yang memposting dugaan pemotongan bansos di medsos belum ditemukan.

Sementara itu salah satu warga di RW 05, Jumadi yang tercatat sebagai warga RT 05 mengatakan bahwa bansos yang diterima olehnya itu berjumlah Rp 600 ribu rupiah dan tidak ada pemotongan.

“Saya terima utuh bansos sebesar 600.000 dan tidak ada pemotongan. Adapun permohonan donasi untuk ambulan, itu sudah disosialisasikan terlebih dahulu oleh ketua RT masing-masing,” jelas Jumadi.

Ia mengatakan, keberadaan mobil ambulan dilingkungan RW05 sangat dibutuhkan, apalagi saat Pandemi Covid-19. Untuk membantu mengevakuasi warga yang terpapar Covid-19 ke rumah sakit.

Di RT 05 saja, kata dia, sudah 20 warga yang terbantu dengan keberadaan mobil ambulan saat terpapar Covid-19.

“Jadi jika pengurus RW memohon bantuan untuk mobil ambulan, sah-sah saja,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Ketua RW 05, Kusheri mengklarifikasi berita sebelumnya yang menyebutkan adanya pemotongan dana bansos.

“Ini ada kesalahpahaman informasi. Yang ada, permohonan donasi untuk perbaikan ambulance, bukan pemotongan dana bansos,” tuturnya.

Dengan adanya pemberitaan yang kurang enak didengar tersebut, dirinya bersama pengurus lingkungan menyepakati untuk mengembalikan dana donasi untuk perbaikan ambulance.

“Kini, dana yang terkumpul untuk ambulance telah dikembalikan kepada para donasi,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here