Pasien Covid-19 Yang Menjalani Karantina Menurun Jumlahnya

48
Petugas saat menyemprotkan disinfektan

Beji | jurnaldepok.id
Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di lokasi karantina yang disediakan oleh Pemerintah Kota Depok terus berangsur menurun jumlahnya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo mengatakan ada tiga lokasi karantina yang disediakan oleh Pemerintah Kota Depok, yakni Wisma Makara Universitas Indonesia (UI), Pusat Studi Jepang UI, dan yang belum lama dibuka adalah Asrama UI alias Wisma Makara UI Dua.

Dia mengatakan, dari kapasitas 122 bed (tempat tidur) di Wisma Makara UI, kini terisi 84 pasien atau sebanyak 76,36 persen.

“Selanjutnya, untuk Wisma Makara UI 2 (Asrama Mahasiswa), saat ini diisi oleh 63 pasien dari kapasitasnya yang berjumlah 233 tempat tidur. Mayoritas berada dibawah 80 persen tingkat keterisiannya,” ujarnya, kemarin.

Kemudian, sambungnya, untuk Pusat Studi Jepang, Denny mengatakan saat ini digunakan untuk asrama para tenaga kesehatan (nakes). Hal ini dilakukan lantaran jumlah bed di Gedung Pusat Studi Jepang UI yang hanya berjumlah 32 tempar tidur.

“Di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia bed berjumlah 32 dan penambahan bed di Wisma Makara UI II ada 233,” katanya.

Sementara itu, dalam tiga hari terakhir jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok mengalami penurunan. Data dari ccc-19.depok.go.id pada Senin 26 Juli 2021 terjadi penurunan sebanyak 282 kasus dari total 11.093 kasus.

Kemudian pada Selasa 27 Juli 2021 terjadi penurunan sebanyak 243 kasus dari total sebanyak 10.850 kasus. Selanjutnya, pada Rabu 28 Juli 2021 kembali terjadi penurunan signifikan sebanyak 999 kasus dari sebanyak 9.851 kasus.

“Iya dalam tiga hari terjadi penurunan kasus terkonfirmasi di Kota Depok,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Untuk kasus pasien yang sembuh pun terus mengalami kenaikan dalam tiga hari berturut-turut. Pada Senin 26 Juli 2021 terjadi kenaikan pasien sembuh sebanyak 912 atau tercatat sebanyak 69.747. Selasa 27 Juli 2021 terjadi kenaikan pasien sembuh sebanyak 999 pasien atau tercatat 70.746.

Sedangkan pada Rabu 28 Juli 2021 terjadi kenaikan juga sebanyak 16.16 atau tercatat 72.362 pasien sembuh.

“Angkanya terus mengalami kenaikan untuk pasien sembuh. Semoga terus terjadi perbaikan jumlah pasien sembuh,”katanya.

Namun untuk pasien yang meninggal dunia terjadi kenaikan. Pada Senin 26 Juli 2021 terjadi kenaikan 15 kasus pasien meninggal. Pada Selasa jumlahnya naik lagi 16 kasus. Pada Rabu terjadi kenaikan, ada 27 pasien meninggal dunia. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here