Jadi Buah Bibir, Akhirnya Potongan Uang Bansos Rp 11,5 Juta Dibalikin

661
Ketua lingkungan saat mengembalikan uang bansos yang dipotong untuk ambulans

Beji | jurnaldepok.id
Pengurus RT di lingkungan RW 05 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, mengembalikan dana donasi ambulan dari dana bansos ke warga penerima.

Ketua RW 05 Kelurahan Beji, Kuseri menegaskan adanya salah satu warga yang protes donasi untuk ambulan melalui medsos maka dana donasi Rp 50.000 per orang akhirnya dikembalikan.

“Sesuai dengan kesepakatan bersama, maka kami ketua RW dan ketua RT sepakat mengembalikan dana Rp 50.000,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, nilai yang dikembalikan seluruhnya Rp 11,5 juta adalah jumlah donasi warga yang menerima BST. Dimana Penerima BST di lingkungan tersebut ada 231 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Iya total semuanya segitu. Ada 231 KK yang menerima, setiap KK sumbang 50 ribu, dan totalnya Rp 11,5 juta. Semua itu kami kembalikan,”katanya.

Ditekankannya, harus disamakan pengertiannya, jika tidak dilakukan pemotongan sebab uang BST diserahkan langsung dari petugas Kantor Pos ke penerima, tidak diberikan dari pengurus lingkungan.

“Kami tidak lakukan pemotongan, kami meminta ketersediaan warga yang terima BST donasi untuk perbaikan ambulans. Jadi kami penerima full mendapat BST tidak dipotong,” jelasnya.

Ia menerangkan, pada saat memberikan undangan kepada penerima BST, masing-masing Ketua RT menyampaikan secara lisan bahwa akan ada donasi untuk perbaikan ambulans.

Diketahui, total 231 warga penerima BST, dengan rincian, pada RT 1 ada 29 warga, RT 2 ada 25 warga, di RT 3 sebanyak 26 warga, RT 4 ada 40 warga, RT 5 sebanyak 25 warga, lalu di RT 6 ada 28, di RT 7 ada 38 warga, RT 8 sebanyak 20 warga yang menerima BST.

Salah satu warga Samadi yang menerima bansos menyayangkan adanya warga yang tidak bertanggung jawab memposting donasi ambulan.

“Kalau saya donasikan Rp 50.00 secara iklas tanpa paksaan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, donasi itu memang benar untuk membantu kegiatan lingkungan di masa pandemi Covid 19.

“Kemarin warga kami enggak tertolong karena ambulan rusak dan harus ke rumah sakit naik motor bersama anaknya. Jika memang ada warga yang merasa keberatan dengan donasi tersebut tidak sepantasnya memposting ke media sosial. Kalau engak bisa donasi bilang saja sama pak RT nya jangan malah bikin gaduh lingkungan,”katanya.

Sementara itu, Plt Camat Beji, Hendar Fradesa mengatakan, pihaknya langsung bertemu dengan pengurus lingkungan. Kemudian disepakati bahwa uang dikembalikan.

“Saya langsung berkoordinasi dengan Lurah Beji agar bertemu dengan pengurus lingkungan di RW 05. Telah disepakati dana akan dikembalikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya juga memberikan edukasi kepada para pengurus RT/RW terkait aturan Bansos. Dengan tegas dikatakan bahwa tidak diperkenankan untuk melakukan pemotongan dengan alasan apapun.

“Terkait ambulans, itu mobil hibah dari salah seorang warga dan memang dalam keadaan kurang baik sehingga perlu perbaikan. Namun, kebijakan untuk melakukan pemotongan dana bansos tidak boleh dengan alasan apapun,” tegasnya.

Dia menyebut dana donasi dari warga itu pun masih utuh. Uang tersebut pun akan segera dikembalikan.

“Berkaca dari beberapa kasus yang pernah terjadi, kami mengingatkan kepada siapapun yang terlibat dalam pendistribusian Bansos, harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Kami mengimbau untuk tidak ada pemotongan atau pengurangan nilai Bansos dengan alasan apapun,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here