Heboh Dugaan Pemotongan Dana Bansos, Ternyata untuk Servis Ambulans

125
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Adanya dugaan potongan bansos sekitar Rp 50.000 ternyata digunakan untuk perbaikan ambulans dan kegiatan operasional penanganan Covid-19.

Ketua RW 5, Kelurahan Beji, Kuseri membenarkan adanya potongan bansos sebesar Rp 50 ribu. Namun, pemotongan itu kesepakatan bersama dengan Ketua RT, RW dan pengurus Posko Siaga. Uang tersebut digunakan untuk perbaikan kendaraan ambulans yang operasionalnya cukup padat dan kendaraan tersebut mengalami kerusakan turun mesin.

“Itu bukan pemotongan, ambulans perlu diperbaiki perlu biaya cukup banyak, maka kita sepakat untuk momen yang tepat ini diperbaiki,” ujarnya, kemarin.

Kuseri mengungkapkan, selain perbaikan kendaraan ambulans di RW 5 memiliki program kain kafan gratis. Menurutnya, beberapa warga tidak mengetahui pengadaan kain kafan yang diberikan kepada warga yang diberikan secara gratis.

“Kita tidak memotong untuk bansos, kita mohon bantuan donasi perbaikan mobil ambulans dan kain kafan,” tegasnya.

Mobil ambulans yang dimiliki RW5 merupakan kendaraan donasi dari warga bukan dari pemerintah.

“Penggunaanya untuk warga tanpa dikenakan biaya atau gratis begitupun dengan kain kafan yang diberikan kepada warga yang terkena musibah. Jadi saya bertanggung jawab penuh untuk laporan itu,” ucapnya.

Dia mengatakan, selama dalam penanganan Covid-19 ambulans tersebut sangat dibutuhkan namun saat ini kondisinya rusak.

“Rusak kami enggak ada, Pemkot enggak kasih bantuan perbaikan, ya kita galang donasi untuk perbaikan ambulans,”katanya.

Jika memang warga merasa keberatan dengan adanya donasi Rp 50.000, kata dia, jangan memposting ke medsos.

“Kalau keberatan dan enggak ikhlas datang ke posko kami, Pak RW kami keberatan tinggal bilang saja begitu,” jelasnya.

Dia menambahkan, Ketua RT 06, Miat Sudrajat sudah diberkomnukasi dengannya.

“RT kami sudah mencari warga yang memposting di medos namun enggak ada yang ngaku, kalau berani buktikan datang ke Posko kami,”katanya.

Dikatakannya, warga yang memposting unggahan potongan bansos diduga pihak yang tidak bertangggung jawab dan ingin memperkeruh suasana. Dimana selama ini lingkungan RW 05 dalam kondisi yang harmonis bahkan menjadi kampung siaga tangguh jaya.

Sebelumnya, salah seorang warga mengadukan adanya pemotongan dana bantuan sosial tunai (Bansos) di media sosial instagram @depok24jam.

Tidak diketahui nama warga yang menceritakan adanya pemotongan bansos di lingkungan RT 06, RW 5, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Pada postingan tersebut pelapor mengatakan ikut mengambil bansos sebesar Rp 600 ribu. Namun uang yang diterima hanya sebesar Rp 550 ribu dengan alasan untuk bensin ambulans.

Pemotongan tidak hanya dilakukan kepadanya, namun semua warga yang mendapatkan bansos dilakukan pemotongan.

“Kemarin saya antar istri ambil bansos sebesar Rp 600 ribu. Tapi dipotong Rp 50 ribu oleh mereka dengan alasan bensin ambulans. Saksi banyak saya tidak boleh merekam di sana,” ungkap salah seorang di medsos. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here