Gawat! Kertas Hasil Swab Dibuat Bungkus Gorengan

11
Inilah kertas hasil swab yang dibuat bungkus gorengan ditemukan warga

Margonda | jurnaldepok.id
Kertas hasil Swab PCR ditemukan salah satu warga yang dijadikan bungkus gorengan di Kota Depok. Di dalam kertas bertuliskan pernyataan hasil positif Covid-19. Surat tersebut diposting di salah satu media sosial.

“Itu yang ditest juga belom tentu masih hidup orangnya,” tulis Febrygucci, kemarin.

“Baiknya sih kalau mau dibuang surat-surat keterangan pemeriksaan mendingan dibakar atau gunting kecil-kecil. Jangan langsung dibuang,” tulis ike_ike.ike.

“Gw sih Iebih takut ama data lengkap yang ada di dokumen itu drpd ketakutan,” timpalnya.

Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok, Rani Martina mengatakan, Dinkes Kota Depok sudah sejak lama mengingatkan masyarakat, kertas cetak tidak boleh digunakan untuk membungkus makanan. Khususnya kepada para pedagang makanan, salah satunya penjual gorengan.

“Sudah kita sosialisasikan sejak dulu, kertas hasil cetakan tidak dapat dijadikan pembungkus makanan, sudah ada tempat untuk pengemasan makanan,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, kertas hasil tes swab positif Covid-19 yang dijadikan bungkus gorengan harus dilihat terlebih dahulu spesifikasinya, mulai dari tanggal cetak hingga kertas tersebut apakah merupakan asli dari fasilitas kesehatan atau berbentuk fotokopi.

“Harus dilihat dulu, belum bisa ditentukan itu kertas masih ada virusnya atau tidak,”katanya.

Rani menuturkan, faskes di Puskesmas saat ini sudah tidak mengeluarkan hasil tes positif kepada warga yang mengikuti tes swab di puskesmas.

Hasil warga yang dinyatakan positif akan diberikan melalui nomor WhatssApp yang sudah tercatat dibagian pendaftaran.

“Nanti kalau positif akan disampaikan kepada warga melalui WA,” jelasnya.

Dia mengatakan, warga sering meminta hasil tes swab baik positif maupun negatif kepada petugas untuk keperluan kebutuhannya.

“Kami imbau kepada warga yang memiliki kertas hasil swab tidak dibuang secara sembarangan,” imbaunya.

Selain itu, pedagang makanan dapat menggunakan kemasan yang telah dianjurkan dan ramah lingkungan.

Sebelumnya warga juga menemukan jarum suntik diduga bekas vaksinasi tercecer di tempat sampah SMKN1 Depok, Cimpaeun, Tapos, Depok.

Seorang warga mendokumentasikan sampah jarum bekas itu dan kemudian membakarnya. Tayangan video itu pun ramai di jagad maya.

Plt Camat Tapos, Anwar Nasihin mengatakan, vaksinasi itu digelar sekitar dua pekan lalu atau pada 14 Juli 2021 yang diikuti 1.537 peserta.

Diduga itu adalah jarum suntik yang tercecer. Karena petugas langsung membersihkan sampah medis begitu vaksinasi selesai.

“Itu setelah pelaksanaan, sampah-sampah medis itu sudah dibawa sampai 2 karung. Ternyata, ada yang tercecer karena (dus sampah jarum suntik yang tercecer) di simpan di bawah bangku,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here