Insentif Tenaga Kesehatan Dibayar 100%, Mendagri Apresiasi Kinerja Wali Kota Depok

21
Mendagri bersama Wali Kota Depok saat menggelar jumpa pers

Margonda | jurnaldepok.id
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memberikan apresiasi pada Pemerintah Kota Depok karena sudah membayarkan insentif tenaga kesehatan (nakes) hingga 100 persen. Pembayaran insentif nakes Depok sudah diberikan hingga bulan Juni.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Wali Kota Depok. Beliau sudah mencairkan insentif untuk nakes 100 persen sampai dengan bulan Juni,” ujarnya saat melakukan rapat kordinasi dengan Pemkot Depok, Jumat (23/7).

Dia pun meminta agar para kepala daerah lain juga melakukan hal yang sama. Dirinya mengatakan juga sempat memberikan surat teguran kepada sejumlah kepala daerah.

“Beberapa (kepala daerah), dengan sangat menyesal saya memberikan surat teguran kepada teman-teman 19 gubernur,”katanya.

Tapi dia ucapkan terima kasih kepada beberapa gubernur yang langsung merespons, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Bali, Yogyakarta, langsung mempercepat pencairan insentif bagi tenaga kesehatan.

“Sudah diatur dan anggarannya ada. Ini untuk memberikan motivasi kepada rekan-rekan nakes yang saat ini menjadi ujung tombak kita dalam menangani pandemi ini,” tuturnya.

Dia mengatakan hasil tinjauan dari Kabupaten Bekasi dan Kota Depok pandemi mengecek masalah PPKM, Tripment, BOR dan BAD serta percepatan vaksinasi dan Bansos lalu masalah dukungan anggaran.

“Depok dan Kabupaten Bekasi merupakan wilayah penyangga DKI Jakarta yang menjadi aglomerasi cukup tinggi kasusnya dalam penularan Covid-19,” katanya.

Lanjut Tito, harus benar-benar pemantauan langsung dari pimpinan daerah lantaran tercatat sebagai penyumbang kontributor untuk wilayah Jawa Barat termasuk Kota Karawang.

“Harus ada langkah upaya dalam pimpinan daerah untuk memperkuat kesehatan baik dalam hal treatment serta BAD,” ungkapnya.

Sedangkan untuk percepatan vaksinasi, Tito meminta dari penyediaan sebanyak 18 juta vaksin yang sudah dibagi dari Presiden untuk dihabiskan.

“Stok vaksin di daerah buat vaksin ke dua. Jika sudah ada segera dihabiskan dan pemerintah pusat akan segera memberikan vaksin. Dalam percepatan vaksin kita di dukung penyuntikan berbasis kerjasama TNI Polri, vaksinasi massal juga ada vaksin perkampungan,” jelasnya.

“Agustus ini akan ada pasokan cukup tinggi vaksin. Sehingga untuk penyuntikan vaksin sebanyak 18 juta yang ada jangan sampai di stok atau disimpan,” tambahnya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan pencairan sudah dilakukan. Dimana sejak November 2020 hingga Juni 2021 insentif nakes yang dicairkan 100 persen mencapai kisaran Rp 30 miliar.

“Ini sudah komitmen kami. Nanti untuk Juli sampai Desember 2021 itu sekitar Rp 40 miliar yang harus kita bayarkan kepada mereka. Nanti banyak anggaran yang harus kita geser tentang masalah infrastruktur,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here