Wagub Jabar Respon Sulitnya Oksigen dan Mahalnya Harga Obat

26
UU Ruzhanul Ulum

Margonda | jurnaldepok.id
Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum angkat bicara soal harga obat yang dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dia pun meminta warga yang mengetahui hal itu untuk segera melapor ke nomor aduan 110 atau pada aplikasi Pikobar.

UU pun sudah membicarakan keluhan warga mengenai tingginya harga obat pada Menteri Kesehatan, Panglima TNI dan Kapolri.

“Maka disini yang pertama tetap juga bantuan dari pihak masyrakat, apa bantuannya? Informasikan pada kami kalau memang ada harga obat yang dijual mahal. Kalau ada bisa disampaikan ke 110 nomor polisi atau bisa juga ke Pikobar,” ujarnya, kemarin.

Langkah selanjutnya, kata dia, adalah dilakukan inspeksi dadakan (sidak) ke pasar dan toko obat yang menjual diatas HET.

“Kemudian pemerintah akan melaksanakan operasi pasar khusus dalam maslah obat ini. Kalau ada masyrakat yang tahu info soal toko obat yang melanggar, nanti akan ada sanksi bagi mereka, yang rugi kan mereka sendiri,” tegasnya.

Dia pun mengimbau pada warga yang tidak memerlukan obat agar tidak ikut membeli karena harus diperuntukkan bagi warga yang sakit.

“Nah saya juga imbau, pada masyrakat yang tidak sakit yang tidak butuh obat jangan beli obat. Buat apa? Karena kalau masyarakat terlalu banyak beli obat seperti hari ini, ya dimanfaatkan oleh spekulan. Kalaupun butuh bisa akses Pikobar. Insya Allah, kami akan menyediakan gratis obat dari pemprov khusus untuk mereka yang terdampak Covid,”katanya.

Terkait kelangkaan pasokan oksigen, UU menuturkan kondisi ini memang terjadi di beberapa tempat. Pihaknya sudah melakukan langkah kongkret dan strategis. Dalam hal ini, Gubernur Jawa Barat sudah berkoordinasi dengan beberapa produsen oksigen dan sudah ada pengiriman dari perusahaan tersebut, BUMN ataupun persuahaan swasta maka ditindaklnjuti BUMD jasa sarana.

“Nah jasa sarana berkoordinasi pada bupati, walikota, untuk menyalurkan oksigen yang sudah ada kuotanya, tinggal para bupati dan walikota menyiapkan tempatnya dan gudangnya, dan saya minta pada masyarkat untuk tidak beli tabung, pinjam saja. Nanti kalau sudah sembuh bisa dikembalikan,”katanya.

Dia mengingatkan agar warga tidak panik menghadapi situasi. Karena kalau panik akan menimbulkan situasi yang kurang kondusif.

“Karena kalau masyarakat panik beli tabung, nanti dimanfatkan oleh orang yang tak bertanggungjawab. Insya Allah Jabar dengan solusi dari Pak Gubernur, Insya Allah akan teratasi sehingga tidak ada lagi kelangkaan tabung oksigen untuk penanganan COVID-19,” pungkasnya.n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here