Kasus Kematian Covid-19 Tinggi, Pemkot Depok Buka Makam Baru

62
Operator alat berat saat menggali makan untuk jenazah Covid-19

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) di Unit Pelaksanan Teknis Dinas (UPTD) Taman Pemakaman Umum (TPU) kembali membuka lahan baru di wilayah Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Lahan seluas delapan hektare tersebut mampu menampung ribuan hingga puluhan ribu jenazah.

“Kami telah membuka lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Pasir Putih dan mulai digunakan sejak awal bulan ini. TPU ini tidak hanya untuk jenazah Covid-19 melainkan untuk umum juga,” ujar Kepala UPTD TPU Kota Depok Abdul Haris seperti dilansir berita.depok.go.id, kemarin.

Dikatakannya, sebelumnya lahan tersebut merupakan kebun milik warga. Namun, kini telah menjadi aset Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

“Kami membuka lahan pemakaman ini bukan karena sudah kehabisan tempat pemakaman, tapi memang kami sediakan di wilayah barat agar masyarakat bisa menjangkau. Karena sebelumnya kami sudah buka di wilayah Tapos,” terangnya.

Dijelaskannya, sampai saat ini sudah terisi 650 makam. Baik untuk jenazah Covid-19 maupun non Covid-19.

“Sudah ada 650 makam yang terisi. Penggalian masih terus berlangsung, karena setiap harinya berdatangan ambulans yang membawa jenazah. Untuk kapasitas, kami rasa masih sangat cukup,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Depok, H Dadang Wihana mengungkapkan, hingga 11 Juli 2021 kemarin tercatat ada 172 Rukun Tetangga (RT) yang berstatus zona merah.

“Berdasarkan zonasi PPKM Darurat per 11 Juli 2021 ada kurang lebih 172 RT yang berstatus zona merah,” ujar Dadang kepada Jurnal Depok, Selasa (13/7).

Dadang menjelaskan, jumlah tersebut tersebar di 11 kecamatan dan 39 kelurahan se Kota Depok.

“Sementara untuk kasus konfirmasi aktif naik 561 menjadi 13.362. Sembuh 56.379 naik 367, meninggal dunia naik 14 menjadi 1.271,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji|*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here