DKR Ancam Demo Gegara Belasan Siswa Miskin Tak Bisa Masuk Sekolah Negeri

266
Roy Pangharapan

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Roy Pangharapan mengancam akan melakukan aksi demonstrasi lantaran masih banyak ditemukan warga miskin adan anak yatim tidak bisa masuk ke sekolah negeri.

“Sebelum berdemo ke sekolah, DKR menyurati Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Ini kami lakukan agar Pak Gubernur dapat mengatasi anak miskin yang ditolak masuk sekolah negeri,” ujar Roy kepada Jurnal Depok, Selasa (13/7).

Dikatakannya, tercatat ada belasan siswa miskin yang tidak diterima di SMA dan SMK Negeri.

“Kami mohon kepada Pak Gubernur agar segera membantu siswa miskin ini tetap sekolah,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Dewan Kesehatan Rakyat adalah organisasi massa atau relawan kemanusiaan yang bekerja mendampingi masyarakat miskin untuk mendapatkan hak dasarnya, khususnya bidang kesehatan dan pendidikan.

“DKR bekerja di Depok sejak 2009. Dalam bekerja Relawan DKR Kota Depok dilarang meminta uang atau imbalan apapun kepada masyarakat yang didampingi, semua dilakukan atas dasar sukarela,” jelasnya.

Dikatakannya, banyak anak relawan DKR yang mengikuti PPDB 2021 baik tingkat SMA maupun SMK, mereka memilih sekolah negeri karena keluarga berasal dari kalangan tidak mampu.

“Mereka masyarakat ekonomi tidak mampu atau miskin yang harus dibantu oleh pemerintah. Kami mohon kepada Pak Gubernur agar segera membantu siswa miskin ini tetap sekolah. Jumlah yang tidak diterima di sekolah negeri mungkin ratusan siswa, tapi yang melaporkan ke DKR hingga saat ini berjumlah 13 anak,” ungkapnya.

Roy merinci, belasan siswa miskin yang tidak diterima di sekolah negeri diantaranya yang mendaftar di SMAN 13 satu anak, SMAN 14 tiga anak, SMAN 15 satu anak, SMKN 1 satu anak, SMKN 2 empat anak dan SMKN 3 dua anak.

“Besar harapan kami Pak Gubernur dapat membantu mereka mendapatkan sekolah,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here