Jumlahnya Terus Bertambah, Pemakaman Jenazah Covid-19 Harus Antre

104
Proses pemakaman jenazah Covid-19 di salah satu TPU di Depok

Sawangan | jurnaldepok.id
Pemakaman jenazah Covid 19 di TPU Pasir Putih, Kecamatan Sawangan antre. Pantauan di lokasi terlihat belasan ambulan pembawa jenazah Covid mengantri mendapatkan giliran memakamkan jenazah yang dibawanya.

Bahkan salah satu mobil ambulan membawa jenazah Covid 19 tidak bisa masuk ke dekat lubang makam karena tersangkut di selokan dekat lokasi TPU. Akhirnya jenazah Covid 19 yang berada di dalam peti dibawa bersama-sama.

Salah satu keluarga ahli waris jenazah, Edwin mengatakan dia memakamkan adik iparnya yang meninggal dengan protokol kesehatan.

“Saat mau dimakamin antre, bukan kami saja yang memakamkan ada pihak lain juga,” ujarnya, kemarin.

Samardi, salah satu petugas pemakaman mengatakan selama sepekan permintaan lubang makam dinilai meningkat.

“Kemarin ada sekitar 40 jenazah dalam sehari hingga malam hari yang dimakamkan,”katanya.

Fauzi, warga sekitar makam menambahkan, dalam kurun waktu 24 jam hampir setiap lima menit ada mobil ambulans membawa jenazah untuk dimakamkan atau dikebumikan di TPU Pasir Putih, sehingga membuat warga sekitar tentunya was-was dan turut prihatin dengan banyaknya warga yang meninggal akibat Covid-19 kurun waktu dua minggu belakangan ini.

“Sebelum kasus Covid-19 mewabah paling banyak hanya dua atau tiga kali melintas mobil ambulans membawa jenazah untuk dimakamkan, tapi belakangan ini hampir tiap menit pasti ada kendaraan jenazah melintas di depan rumah,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, warga memasang spanduk agar ambulan untuk tidak membunyikan sirene saat melintas di jalan lingkungan warga.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) Pemakaman Umum, DLHK Kota Depok Hasudungan mengatakan, setiap harinya petugas gali kubur bisa menguburkan lebih dari 10 jenazah Covid-19.

“Jenazah yang dimakamkan di TPU tersebut, semuanya berasal dari Kota Depok. Tidak semua lahan siap digunakan, karena harus ada land clearing. Karena jenis tanahnya rata dan bertebing. Untuk kapasitas saat ini, kami rasa masih cukup dan aman,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here