Tak Taat Aturan, Polres Metro Depok Proses Dua Pelanggar PPKM Darurat

133
Kombespol Imran Edwin Siregar

Margonda | jurnaldepok.id
Petugas penegakan hukum Gugus Tugas Covid-19 dan aparat Kepolisian Polres Metro Depok telah melalukan pemeriksaan terhadap dua orang pelanggar PPKM darurat.

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, enam hari berjalan penerapan PPKM Darurat di Depok, Tim Pemburu Covid-19 melakukan pemeriksaan terhadap dua oknum pelanggar yang menimbulkan kerumunan yaitu manajemen Golf Sawangan dan Lurah Pancoran Mas, S.

“Untuk Sawangan Golf di fasilitas olahraga melanggar olahraga mencapai 100 orang. Petugas penegakan hukum Gugus Tugas Covid-19 aparat Kepolisian Polres Metro mengetahui laporan masyarakat tersebut langsung melakukan pemasangan garis polisi untuk menghentikan segala aktifitas,” ujarnya, kemarin.

Keduanya, kata dia, ditetapkan melanggar Pasal 14 UU RI Nomor 4 Tahun 1984 ancaman pidana kurungan setahun.

Dia menambahkan, hasil evaluasi selama pelaksanaan PPKM Darurat dengan melakukan penyekatan di sembilan titik dalam maupun luar perbatasan Depok sudah ada penurunan.

“Alhamdullilah jika dibanding awal pelaksanaan PPKM tingkat kesadaran masyarakat sudah meningkat, hal ini terlihat dari sejumlah titik penyekatan yang ada di Depok sudah tidak terjadi kemacetan. DKI Jakarta semua kantor juga sudah tutup, ngapain ke DKI warga Depok semuanya sudah WFH. Bagi kendaraan yang mau melintas diperbolehkan bagi mereka dibidang esensial kritikal, selain itu tidak boleh,”katanya.

Kabagops Polres Metro Depok, AKBP Ojo Ruslani menyebutkan, sejak 3 hingga 6 Juli pihaknya sudah mengalihkan arus ribuan kendaraan yang akan menuju Jakarta.

“Jadi istilahnya bukan putar balik, tapi kami alihkan supaya gak lewat Jalan Raya Margonda,” tandasnya.

Dia mengatakan, di sepanjang Jalan Margonda Raya pihaknya menempatkan empat titik penyekatan.

Pertama, di tanjakan Grand Depok City (GDC), kemudian di pertigaan Jalan Dewi Sartika, Jalan Kartini menuju Margonda, lalu 100 meter sebelum Fly Over Universitas Indonesia dan di Jalan Akses UI menuju tanjakan UI.

“Setiap titik penyekatan dijaga masing-masing 30 personel gabungan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pelaksanaan penyekatan mempunyai jam operasional sendiri. Untuk pagi dimulai pukul 07.00-10.00 WIB dan malam pukul 19.00-21.00 WIB.

“Setelah selesai penyekatan malam, dilanjut dengan operasi yustisi yang dilakukan di wilayah penyekatan masing-masing anggota,” tegasnya.

Selain di Margonda, petugas gabungan juga melakukan penyekatan kendaraan di Jalan Kartini tepat dipertigaan Jalan Boulevard GDC. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here