Buka Hingga Tengah Malam, Warung Makan Disegel Satpol PP

220
Petugas Satpol PP saat melakukan penyegelan warung makan di Jalan Arief Rahman Hakim

Beji | jurnaldepok.id
Tim gabungan melakukan penyegelan terhadap warung makan di Jalan Arief Rahman Hakim, Kecamatan Beji, karena melanggar penerapan PPKM Darurat.

Pengelola Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Beji, Samsu Sadikin kepada wartawan mengatakan, warung makan terpaksa ditutup karena tidak mematuhi aturan PPKM Darurat.

“Rumah makan itu ditutup petugas karena masih beroperasi hingga pukul 23:00, dimana ketentuannya hanya boleh beroperasi hingga pukul 21:00,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan timnya sudah melakukan prosedur yang tepat, dimana sebelum melakukan penyegelan dilakukan teguran.

“Sudah melakukan peneguran, namun pemilik warung masih bandel, masih beroperasi hingga pukul 24:00. Lagi-lagi pemilik warung bandel, petugas kembali menindak dengan mensita KTP nya. Namun masih membandel masih beroperasi hingga larut malam. Akhirnya kami ambil tindakan tegas dengan mensegel warung tersebut dengan garis kuning,” tegasnya.

Dikatakannya, penyegelan itu atas instruksi Plt Camat Beji, Hendar Fardesa hingga masa waktu PPKM darurat 20 Juli.

“Warung makan tersebut ditutup karena tidak mematuhi instruksi wali kota terkait PPKM Darurat. Dalam PPKM Darurat hingga 20 Juli mendatang, seluruh rumah makan maupun usaha sejenisnya tidak diperbolehkan menyediakan layanan makan di tempat. Seluruh pesanan harus dimakan di rumah masing-masing. Ini juga tertuang di Instruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19,” paparnya.

Menurutnya, dalam Instruksi Mendagri pada poin pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall, hanya boleh menerima pembelian delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

Dia menjelaskan, pemilik rumah makan memang masih menyediakan layanan makan di tempat. Untuk itu, sanksi berupa penutupan sementara diberikan.

“Diharapkan ini menjadi pelajaran bagi pelaku usaha lain supaya tidak melayani makan di tempat hingga PPKM Darurat berakhir. Ke depannya kami harapkan pelaku usaha ini menaati aturan PPKM Darurat. Semua ini untuk menekan kerumunan yang berpotensi penularan Covid-19 khususnya di Kota Depok,”katanya.

Bahwa jajaran TNI-Polri bersama instansi terkait sebelumnya sudah melakukan patroli skala besar dengan memberikan imbuan atau sosialisasi akan diberlakukan PPKM Darurat.

Selain itu, iimbuan tersebut sudah dipertegas melalui media konvensional, media sosial, maupun group-group WhatsApp. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi aturan, kebijakkan pemerintah.

“Aturan ini demi kebaikan bersama sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19, sehingga diharapkan perekonomian kembali membaik,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here