Permintaan Melonjak, Ambil Peti Mati di Damkar Harus Antre 2 Sampai 3 Jam

82
Terlihat warga saat mengambil peti mati di Damkar

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Pasokan peti mati untuk jenazah Covid-19 dirasa kurang, dikarenakan permintaan meningkat setiap harinya. Pantauan di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok terlihat ambulans hingga mobil bak terbuka mengantri untuk mengambil peti mati khusus Covid-19.

Mereka yang antri dari pihak Rumah Sakit, warga dan pihak lainnya. Akibatnya terjadi antrian, karena pengambilan peti mati dipusatkan di Kantor Damkar.

“Saya petugas dari rumah sakit swasta Pak mau ambil peti,” ujar salah satu petugas ambulans, Marno, Rabu (7/7).

Marno mengatakan, pihak Rumah Sakit nya tidak ada pasokan peti mati sehingga harus mengambil terlebih dahulu di Kantor Damkar.

Warga lainnya, Junaedi menambahkan, dia dan kawannya mengendarai bak terbuka untuk mengambil peti mati.

“Ya buat warga kami di Sawangan katanya terkena covid,”katanya.

Salah satu petugas Damkar, Bambang menambahkan, setiap harinya permintaan peti mati meningkat.

“Semalam baru datang, sekarang sudah mau habis saja,” jelasnya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, Denny Romulo mengatakan, dengan kondisi tersebut ia pun meminta bantuan pada semua pihak.

“Ya habis terus. Kita sekarang ada yang mau ngirim berapapun itu pasti kita tamping, kondisi ini terjadi sejak sepekan terakhir. Sepekan, bingung kita juga,” paparnya.

Ia menuturkan, paling sedikit dalam satu hari dibutuhkan stok 45 peti mati.

“Jadi kalau kita kan melayani yang meninggal Covid dan suspek Covid ya. Kalau dilihat atau dihitung sudah 35 sehari lah rata-rata ya, malah pernah 45 dalam waktu sehari. Kan yang suspek Covid juga wajib pemulasaran jenazah pakai prosedur Covid,” jelasnya.

Akibat dari menipisnya stok peti mati, akhirnya banyak yang harus terpaksa antri.

“Ya apa boleh buat. Jadi nunggu peti, nunggu dulu 2-3 jam. Itu kenyatannya karena peti susah kan.
Jadi siapa saja yang mau ngirim peti pasti kitar terima, mau itu 2 peti, 8 peti, dari tukang tukang peti. Siapa saja yang mau ngirim kita terima,”katanya.

Denni mengaku, kondisi ini membuat pihaknya keteteran.

“Iya ada kendala karena kelangkaan peti ya. Di daerah lain juga tinggi permintannya. Jadi kita keteteran juga karena peningkatan pasien yang meninggal,” ungkapnya.

Ia pun khawatir, para petugas pemulasaran jenazah ikut drop.

“Kita kewalahan menangani pemulasaran jenazah, relawannya juga kan butuh imun. Kami kahwatir relawan ini nanganin terus terus-terus imunnya turun dan terpapar. Intinya kami kewalahan karena saking banyaknya yang terpapar,” tukasnya.

Tim pemulasaran jenazah keteteran karena tingkat kematian tinggi Covid dan suspek Covid, sampai peti jenazah pun sulit. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here