Gelar Hajatan di Tengah PPKM Darurat, Lurah Suganda Terancam Satu Tahun Penjara

603
Kajari Kota Depok saat menggelar jumpa pers terkait kasus pelanggaran PPKM Darurat

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kejaksaan Negeri Depok menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan atau SPDP dari Polres Metro Depok terkait dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan kerumunan yang dilakukan Lurah Pancoran Mas, Suganda. Dengan kata lain, yang bersangkutan sudah berstatus tersangka atas pelanggaran yang dilakukan.

Kepala Kejari Depok, Sri Kuncoro dalam keterangannya menyebutkan, Lurah Pancoran Mas, Suganda yang berstatus tersangka disangkakan dengan Pasal 14 UU NO 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan atau pasal 212 dan atau 216 KUHP.

“Ditetapkan sebagai tersangka dengan diserahkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Satreskrim Polres Metro Depok kepada Kejaksaan Negeri Kota Depok. Jadi hari ini Selasa 6 Juli 2021, Kejari Depok telah menerima SPDP Nomor B/194/VII/Res.1.24/2021/Reskrim Polres Metro Depok atas nama tersangka S,” ujarnya, Selasa (6/7).

Dalam pasal 212 KUHP, kata dia, disebutkan barang siapa dengan kekerasan melawan kepada seseorang pegawai negeri yang melakukan pekerjannya yang sah, atau melawan kepada orang yang waktu membantu pegawai negeri itu karena kewajibannya menurut Undang-Undang atau karena permintaan pegawai negeri itu, dihukum karena perlawanan dengan hukuman penjara selama lamanya satu tahun, empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4,5 juta.

“TSK S adakan acara resepsi pernikahan anaknya di saat pemberlakuan PPKM Darurat sampai terjadinya acara joged-joged sebagaimana yang mereka mungkin sudah mengetahui lewat video yang viral beberapa waktu lalu,” paparnya.

Setelah diterimanya SPDP, pihaknya akan menunjuk Jaksa Penuntut Umum untuk menangani perkara dan segera melakukan koordinasi dengan pihak penyidik di Polres Metro Depok.

“Harapannya setelah berita acara pemeriksaan, teman-teman penyidik sudah melakukan BAP. Setelah berkas perkara sampai kami akan segera mempelajari dan meneliti terkait kelengkapan formil dan materil. Kalau setelah kami nyatakan berkas itu lengkap, maka akan kami lakukan segera tahap kedua dan segera kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Depok yang rencananya akan kami gunakan acara pemeriksaan singkat,”katanya.

Diakatakannya, ada lima JPU yang ditunjuk menangani perkara tersebut yaitu Kasie Pidum Arief sebagai ketua tim, bersama Ivan, Ardhi, Bungo dan Charles.

Rencananya, pihaknya akan mempergunakan acara pemeriksaan singkat sebagaimana diatur dalam pasal 203 KUHAP.

“Kenapa kami ajukan singkat, karena kami menganggap bahwa pembuktian dan penerapan hukumnya itu mudah dan sederhana,” ucapnya.

Kejaksaan Negeri Depok mengimbau kepada masyarakat agar dapat mematuhi anjuran pemerintah.

“Masyarakat Kota Depok bisa mentaati anjuran agar tidak berkeliaran di luar, karena statistik peningkatan masyarakat yang terkena Covid. Kemudian di Depok ada 10 orang sudah terpapar varian Delta yang sangat ganas dan cepat menular tentunya pemberlakuan PPKM Darurat tujuannya untuk melindungi masyarakat, harapannya masyarakat bisa memahami situasi kondisi ini jangan terlalu memaksakan diri,” ungkapnya.

Sebelumnya Lurah Pancoran Mas, Suganda yang viral karena melakukan hajatan pernikahan di masa PPKM Darurat angkat bicara. Ia mengaku hajatan di rumahnya sudah mematuhi protokol kesehatan.

Menurut dia, itu semua sesuai aturan jika pada kegiatan pesta pernikahan, penerapan prokes serta tamu undangan telah disesuaikan dengan aturan saat ini. Proses akad nikah yang dilaksanakan pada, Sabtu 3 Juli 2021 itu berjalan dengan lancar dan dihadiri sebanyak 30 orang keluarga inti, atau sesuai dengan aturan yang ada.

“Setelah itu, pada pukul 12.30 WIB resepsi pernikahan dilangsungkan. Kami buka pestanya itu pada Zuhur jam 12.30 WIB dan kami tutup itu pada jam 15.00 WIB,” ujarnya, kemarin.

Kapasitas pada kegiatan resepsi, menurut dia, juga hanya disediakan 30 tempat duduk. Dia mengklaim kegiatan sudah sesuai aturan yang ada.

“Sudah kami lakukan seperti itu, walaupun kami difasilitasi 200 kursi, tapi kami hanya gunakan 30 di situ, sisanya kami tumpuk dan kami taruh di rumah tetangga, tidak digelar. Ini menandakan saya sudah menjaga prokesnya, 30 orang,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here