Lurah Suganda Angkat Bicara, Ungkap Hajatan Yang Digelar Sesuai Prokes

430
Suganda

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Lurah Pancoran Mas, Suganda yang viral karena melakukan hajatan pernikahan di masa PPKM Darurat angkat bicara. Ia mengaku hajatan di rumahnya sudah mematuhi protokol kesehatan.

Menurut dia, itu semua sesuai aturan jika pada kegiatan pesta pernikahan, penerapan prokes serta tamu undangan telah disesuaikan dengan aturan saat ini. Proses akad nikah yang dilaksanakan pada, Sabtu 3 Juli 2021 itu berjalan dengan lancar dan dihadiri sebanyak 30 orang keluarga inti, atau sesuai dengan aturan yang ada.

“Setelah itu, pada pukul 12.30 WIB resepsi pernikahan dilangsungkan. Kami buka pestanya itu pada Zuhur jam 12.30 WIB dan kami tutup itu pada jam 15.00 WIB,” ujarnya, kemarin.

Kapasitas pada kegiatan resepsi, menurut dia, juga hanya disediakan 30 tempat duduk. Dia mengklaim kegiatan sudah sesuai aturan yang ada.

“Sudah kami lakukan seperti itu, walaupun kami difasilitasi 200 kursi, tapi kami hanya gunakan 30 di situ, sisanya kami tumpuk dan kami taruh di rumah tetangga, tidak digelar. Ini menandakan saya sudah menjaga prokesnya, 30 orang,”katanya.

Selanjutnya, terkait dengan adanya joged bersama dalam kegiatan pernikahan itu, Suganda mengaku awalnya juga tidak mengetahui bakal ada peristiwa tersebut. Dia sempat kaget dan menanyakan hal itu.

Aksi yang berujung viral di media sosial itu kata dia, merupakan bentuk tradisi dari keluarga besannya. Suganda sebenarnya juga tidak mengundang keluarga besan dalam prosesi penting itu. Dia hanya berharap keluarga inti besan yang mengikuti acara ini.

“Besan kami kan dari luar Jawa, kami tidak mengundang mereka, yang kami inginkan kehadirannya secara langsung itu calon mempelai pria dan keluarganya saja, orang tua dalam hal ini. Karena kebersamaan mereka, mereka mengajak sekeluarganya,” jelasnya.

Pada aksi joget itu, kata dia, hanya 20 orang keluarga besannya yang mengikuti. Sedangkan sisanya berada di lokasi lain yang sudah disediakan Suganda.

“Tapi kami sebenarnya juga tidak tahu, itu spontanitas saja. Durasinya pun tidak sampai 30 menit, 7 menit ya, dan di tempat acara nikah yang sebanyak 20 orang,” ungkapnya.

Sebelumnya viral video acara hajatan dengan berjoget yang digelar oleh seorang lurah di Depok pada hari pertama PPKM Darurat.

Dalam video yang diunggah terlihat jumlah orang yang hadir melebihi kapasitas protokol kesehatan dan menampilkan aksi joget-joget sejumlah tamu undangan yang menghadiri pesta hajatan itu.

Pesta pernikahan itu berlangsung di Jalan Hj Syuair RT 01 RW 02 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota DepoK. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here