Jalan Diskat, Rombongan Pembawa Jenazah Ngamuk

108
Rombongan pembawa jenazah saat marah di jalan

Margonda | jurnaldepok.id
Rombongan kendaraan pembawa jenazah yang terkena penyekatan PPKM Darurat di Jalan Margonda hendak ke Jalan Kartini, Pancoran Mas, mengamuk. Kejadian ini berawal saat rombongan pembawa jenazah hendak melintasi Jalan Margonda.

Akan tetapi tiba-tiba rombongan mereka terhadang dengan adanya mobil petugas yang diparkir ditengah jalan saat melakukan penyekatan ke jalan arah Kartini. Karena terhadang mobil petugas, para pengantar jenazah lalu turun dan menanyakan kepada petugas.

“Ini rombongan jenazah, kalian bagaimana sih, kasih lewat dong,” kata Ida, sambil membawa bendera kuning, Senin (5/7).

Petugas hanya diam saja ketika ditanya para pembawa jenazah. Para pembawa jenazah akhirnya mendorong mobil patroli kepolisian kepinggir jalan, sehingga rombongan jenazah bisa melanjutkan perjalanan ke arah Jalan Kartini.

Sambil melintas ke Jalan Kartini para pengantar jenasah masih memarahi petugas yang berjaga di pos penyekatan PPKM Darurat.

Kabag Ops Polrestro Depok, AKBP Ojo Ruslani mengatakan, ada delapan titik penyekatan warga yang akan masuk ke wilayah Depok. Polrestro Depok melakukan penyekatan dalam rangka menekan mobilitas warga Kota Depok di sejumlah ruas jalan utama pintu masuk Depok.

“Kedepalan titik itu ada untuk dalam Kota Depok dan luar perbatasan dengan Bogor. Dari delapan titik yang ada, enam diantaranya ada di sepanjang Jalan Margonda dan yang luar Depok ada di SPBU Cilangkap dan Batas Parung depan Perum BSI Bojongsari,” ungkapnya kepada wartawan usai meninjau jalannya penyekatan di pertigaan Jalan Kartini, Pancoran Mas Kota Depok, Senin (5/7).

Menurut Ojo, penyekatan ini dalam rangka membatasi mobilitas warga Depok sesuai pelaksanaan PPKM Darurat.

“Sekarang Depok merupakan Zona Merah. Pada Senin pagi ini laporan yang diterima dari anggota RT yang zona merah bertambah menjadi 97, kami ikut prihatin dan semoga upaya dalam mengurangi mobilitas di Kota Depok dapat membantu memperbaiki keadaan,” tuturnya.

Ojo mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menjalankan aturan sesuai PPKM Darurat yang dijalankan sampai tanggal 20 Juli mendatang.

Terpisah Rangga, mengatakan dengan ada penyekatan jalan di sejumlah tempat dapat menambah waktu untuk sampai tujuan.

“Saya mau berangkat ke Jakarta di Jalan Margonda putaran Dahlia UI ditutup, sehingga diarahkan ke Komjen M Jasin lewat Hankam bertambah jauh dan memakan waktu juga,” katanya.

Warga Pancoran Mas ini berharap untuk penyekatan jalan dalam membatasi mobilitas warga dalam menekan virus Covid jangan terlalu lama.

“Kalau kelamaan kasihan warga masyarakat kecil dan akan menghambat transportasi sehari-hari dengan banyak diputar arah,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here