Batal Dirikan Rumah Sakit Darurat, Asrama UI Dijadikan Tempat Isolasi Mandiri

62
Wakil Wali Kota Depok saat menyapa masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di asrama UI

Beji | jurnaldepok.id
Asrama di lingkungan Universitas Indonesia kembali dijadikan lokasi isolasi mandiri (isoman) untuk pasien Covid-19 Orang Tanpa Gejala.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono kepada wartawan menegaskan, akan menjadikan Asrama UI ini setelah berkoordinasi dengan Satgas Kota Depok dan pihak UI.

“Rencana kita akan mengambil Asrama UI bagi masyarakat Kota Depok yang OTG,” ujarnya, kemarin.

Dia menekankan, nantinya masyarakat yang isolasi mandiri (Isoman) akan menjalankan kesembuhan di lokasi tersebut.

“Asrma itu memiliki jumlah sekitar 400 bed yang nantinya akan digunakan. Asrama ini juga akan mendampingi wisma makara UI dan Pusat Studi Jepang (PSJ) yang telah lebih dulu menjadi lokasi karantina. Saya menyapa beberapa pasien yang sedang menjalani isoman di lokasi karantina,” tandasnya

Kepala Dinas Kesehatan (Disnkes) Kota Depok, Novarita menegaskan, tidak ada penambahan RS darurat, melainkan menggunakan ruangan Asrama Mahasiswa UI yang dapat menampung 400 tempat tidur.

“Sekarang sedang proses kerja sama. Yang pasti tidak RS darurat, hanya penambahan kasur,” terangnya.

Dia mengatakan, penambahan tempat karantina dan mengkonversi tempat tidur non Covid-19 menjadi tempat tidur untuk pasien Covid-19.

“Hal ini berlaku di seluruh rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19. Jumlahnya sebanyak 263 tempat tidur, hampir semua RS melakukan konversi ini. Tentunya dengan adanya penambahan jumlah kasur untuk menangani pasien, pasti akan terjadi penambahan jumlah tenaga kesehatan,” katanya.

Dari itu, Dinkes bersama Satgas penanganan percepatan Covid-19 sedang mempersiapkan nakes untuk memaksimalkan pelayanan.

“Pasti ada penambahan. Jumlah yang dibutuhkan berapa banyak masih kami lihat semuanya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here