Dirikan Rumah Sakit Darurat, Pemkot Depok Kirim Surat ke Pemprov Jawa Barat

32
H Dadang Wihana

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok berencana menambah lagi bed khusus pasien Covid-19 dengan menambah gedung lagi sebagai tempat perawatan pasien. Rencana itu telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC), Dadang Wihana mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat ke Pemprov Jabar sebagai upayanya menambah bed perawatan tersebut.

“Kami sudah layangkan surat ke Provinsi Jawa Barat, usulannya RSD (Rumah Sakit Darurat) atau tempat isolasi OTG atau Gejala Ringan,” ujar Dadang kepada wartawan, kemarin.

Dadang mengatakan, jika direstui menyediakan tempat isolasi OTG, pihaknya telah menyiapkan Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia yang lokasinya tidak jauh dari Wisma Makara UI.

“Hari ini kita sedang dihitung kebutuhannya, Asrama Mahasiswa UI diperkirakan dapat menampung sebanyak 300 tempat tidur,” katanya.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, selain upaya meminta kepada Pemprov Jawa Barat penambahan lokasi baru, pihaknya juga telah mengupayakan penambahan tempat tidur pada rumah sakit-rumah sakit yang saat ini melayani COVID-19 di Kota Depok.

“Untuk bed RS, kita upayakan penambahan bed, saat ini total bed ICU dan isolasi berjumlah 1.100 bed,” jelasnya.

Pada tanggal 27 Juni 2021, Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 atau pikobar.jabarprov.go.id, mencatat Bed Occupancy Rate atau BOR pada rumah sakit di Kota Depok telah mencapai 96,27 persen dengan rincian 1.059 tempat tidur terpakai dari 1.100 kapasitas. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here