Permintaan Oksigen Medis Meningkat, Warga Rela Antre

79
Antrean warga terlihat untuk mendapatkan oksigen

Beji | jurnaldepok.id
Permintaan oksigen medis selama sepekan ini meningkat menyusulnya jumlah pasien Covid-19 terus bertambah. Antrian terlihat di toko oksigen medis di Jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Sutinah, salah satu warga mengatakan, dirinya berasal dari Tanah Baru membeli oksigen medis untuk kakanya yang sedang mengalami isolasi mandiri di rumah.

“Ya buat kakak saya oksigennya yang dirumah isolasi mandiri,” ujarnya, kemarin.

Kakak kandungnya membutuhkan oksigen karena mengalami sesak napas. Menurut dia permintaan oksigen medis meningkat karena dirinya harus mengantri untuk membelinya.

“Ya antrinya bisa mencapai satu jam, pembelinya banyak,”katanya.

Warga lainnya, Tasman menambahkan, dia dan temannya datang dari Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, untuk membeli oksigen medis. Dia mengatakan oksigen tersebut nantinya digunakan untuk warganya yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi Covid-19.

“Untuk warga kami yang kena Covid-19 jalani isolasi mandiri. Permintaan oksigen medis meningkat dan terbatas. Tadi pagi kami datang, namun pasokan habis dan sore nya baru datang,” jelasnya.

Terkait harga, Tasman menilai masih relatif aman dan belum ada kenaikan harga, kalau pun naik ditaksir sekitar Rp 2.000. Dimana harga tabung kecil sekitar Rp 25.000 dengan ukuran kubik.

Penjual oksigen, Jaka mengaku permintaan meningkat hampir 100 persen.

“Karena sebelumnya kita stok sekitar lima tabung besar bisa untuk beberapa bulan, ini sekarang tiga sampai lima hari juga sudah habis. Ini gasnya juga baru datang, dimana pagi sebelumnya habis,” ungkapnya.

Dia juga tak bisa memungkiri, bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Kota Depok berpengaruh terhadap permintaan oksigen, baik dari individu maupun instansi, seperti klinik dan rumah sakit. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here