Karyawati Kejar-kejaran Tangkap Jambret HP di Telaga Golf

304
ilustrasi

Sawangan | jurnaldepok.id
Nadia Asyifa, seorang karyawati berhasil menangkap jambret yang mengambil telepon genggamnya saat berjalan di Boulevard (Bundaran Depan Cluster Nuansa Bali) RT.001/008, Perumahan Telaga Golf, Kecamatan Sawangan.

Kapolsek Sawangan, AKP M. Mubarak mengatakan peristiwa terjadinya penjambretan HP milik korban Nadia Syifa, karyawati, ketika korban diboncengi bersama teman naik motor ke dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Korban bersama saksi temannya Syifa Miftahul Jannah, berboncengan naik motor Honda Beat B 3826 PIL menuju tempat kerja Komplek Perumahan Telaga Golf.

“Namun dalam perjalanan tiba-tiba korban langsung dipepet pelaku dengan menggunakan motor. Keterangan saksi, pelaku berjumlah dua orang menggunakan motor Yamaha Finno langsung memepet korban,” ujarnya, kemarin.

Ketika korban yang diboncengin sedang main HP, kata dia, pelaku langsung merampas dan kabur melarikan diri.

“Merasa HP nya diambil orang lain, korban langsung mengejar pelaku, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku,” paparnya.

Sambil mengejar pelaku, korban berteriak sehingga mengundang masyarakat yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Korban ini teriak sambil mengejar pelaku yang lari ke arah Bojongsari. Namun tidak bisa mengimbangkan motor pelaku terjatuh ke jalan,” paparnya.

Dia menambahkan korban teriak maling, oleh satpam yang sedang patroli mengamankan pelaku dan teman pelaku berhasil kabur menggunakan motor.

“Petugas keamanan komplek membawa pelaku dan korban langsung ke Polsek Sawangan untuk ditindak lanjuti dengan korban membuat laporan,”katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP yang dilakukan anggota, pelaku R, dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Sawangan, Iptu Hakim Dalimonte mengatakan hasil pendalaman keterangan pelaku R mengaku baru pertama kali berbuat jambret HP.

“Pengakuan baru sekali dan diajak sama temannya yang kabur,” tandasnya.

Pelaku R bapak tiga anak tidak bekerja ini terpaksa menjadi jambret setelah sepi pekerjaan dalam proyek bangunan rumah.

“Pekerjaan borongan kuli bangunan sedang sepi di pandemi saat seperti sekarang ini. Jadi untuk menghidupi istri dan ketiga anak serta biaya kontrak di daerah Kp Duri Barat Jakarta Pusat, terpaksa melukan pencurian dengan cara mejambret,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here