Dinkes Kota Depok Akui Tenaga Kesehatan Keteteran Melayani Pasien Covid-19

148
Terlihat beberapa orang nakes saat melayani pasien Covid-19

Margonda | jurnaldepok.id
Tenaga Kesehatan (Nakes) di sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas kewalahan melayani pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita kepada wartawan mengatakan, selain rumah sakit dan tempat isolasi, tempat yang juga jadi kebutuhan mendesak saat ini adalah puskesmas.

“Sebabnya akibat lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Depok,” ujarnya, kemarin.

Banyaknya jumlah pasien membuat tenaga kesehatan (nakes) keteteran.

“Puskesmas kan memang tenaganya tidak banyak dan juga banyak yang kena, terpapar, kan mereka manusia juga, bisa terpapar. Ketika dia terpapar kan ada pengurangan tenaga yang melaksanakan tugas,” paparnya.

Beban tugas yang naik berkali lipat ini membuat nakes di sejumlah puskesmas di Kota Depok kewalahan.

“Iya kondisi terbatas, sedangkan tugasnya semakin meningkat. Jadi memang agak keteteran,” jelasnya.

Novarita menjelaskan, sama seperti nakes di rumah sakit, di puskesmas pun para nakes membagi perannya masing-masing sesuai bidang keahlian yang dikuasai.

“Ada yang di poli infeksius, ada yang non infeksius, ada yang melakukan vaksinasi, ada yang melakukan pemeriksaan antigen, pengambilan swab, kemudian ada juga yang melakukan kegiatan program, program KIPI, HIV, semuanya kan jalan, termasuk pemeriksaan ibu hamil,”katanya.

Keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas saat ini semakin dirasa berat dengan banyaknya tuntutan masyarakat.

“Sudah begitu masyarakat nuntutnya juga banyak. Misalnya positif, mereka lapor terus inginnya segera didatangin, dilihatin, terus dikasih ini itu, padahal kan nggak bisa juga seperti itu,” keluhnya.

Kondisi itu juga dirasakan langsung oleh Novarita.

“Banyak sih keluhan dari masyarakat. Bu, kok nggak respon, responnya lambat. Ya mereka kan nggak melihat, mereka melihat dari sisi mereka saja. Itu banyak sih. Dari pagi juga saya sudah bacain. Bu, kok gini-gini. Ya saya juga gimana nih komennya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here