Larangan Hajatan Tuai Pro Kontra, Warga Berharap Ada Solusi Terbaik

21
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Dilarangnya penyelenggaraan hajatan terhitung sejak tanggal 15 hingga 28 Juni menuai berbagai tanggapan di masyarakat, sebagian warga mengaku setuju dan mendukung kebijakan pelarangan hajatan lantaran meningkatnya kasus Covid-19, namun disisi lain tidak sedikit warga yang mengaku kurang setuju atas kebijakan tersebut mengingat banyak warga yang sudah terlanjur menyebar undangan hajatan.

Anwar Sanusi, warga Jalan Sukarma RT 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, mengaku setuju dan mendukung kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menerapkan aruran pelarangan sementara hajatan dengan dalih terlalu besar resikonya jika pelaksanaan hajatan tetap diselenggarakan dalam kondisi Covid-19.

“Saya setuju dengan kebijakan Pemkot Depok untuk menekan peningkatan jumlah warga terpapar covid, dan untuk resepsi atau hajatan bisa ditunda sambil menunggu kondisi perkembangan covid mereda,” ujar Sanusi, Selasa (22/6).

Disisi lain, mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Zainul Fatah mengaku kurang setuju dengan pelarangan hajatan yang menurutnya terlalu mendadak.

“Bukan apa-apa, saya kasihan sama warga yang sudah menyebar undangan, apalagi yang pernah batal hajatan tahun lalu sekarang terancam batal lagi, seperti yang dialami oleh salah satu mantan Ketua RW di Kelurahan Rangkapan Jaya,” ujar Jejen sapaan akrab Zainul Fatah.

Dikatakan Jejen, jika undangan hajatan sudah disebar, berarti persiapan penyelenggaraan hajatan sudah hampir seratus persen, dan otomatis sohibul hajat sudah mengeluarkan banyak uang untuk menyewa peralatan hajatan.

“Biasanya kalau sudah sebar undangan, persiapan sudah matang, dan sohibul hajat sudah membayar panjer tenda, pelaminan dan berbagai peralatan pesta lainnya. Saya enggak bisa bayangkan betapa besar kerugian sohibul hajat jika sampai tidak diperbolehkan menggelar hajatan, apalagi yang pernah batal hajatan tahun lalu, sekarang terancam gagal lagi,” ungkap Jejen, seraya berharap ada solusi terhadap permasalahan itu. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here