Setelah Dirampok, Pegawai Minimarket Saat Ini Mengalami Trauma

62
ilustrasi

Sawangan | jurnaldepok.id
Pegawai minimarket yang menjadi korban perampokan mengalami trauma dan masih menjalani perawatan. Selain Shanty yang menjadi korban, juga kedua temannya Darul Abdul Sodikin dan M. Andika Raja yang sama-sama mendapatkan luka bacok golok oleh para pelaku kondisinya sekarang sudah dalam rawat jalan.

Salah satu korban perampokan, Shanty saat ditemui wartawan di rumahnya di RT 05/07 Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, mengatakan dirinya bersama rekannya Andika sudah rawat jalan karena mengalami luka bacok di jari tangan.

Namun Darul selaku pimpinan shift mengalami luka paling parah sekujur tubuh mengalami bacokan golok dan masih di rawat di RSUD Depok. Pasca perampokan yang dialami, Shanty kini menjadi takut dan trauma.

“Setelah kejadian semalam saya trauma berat dan takut keluar rumah apalagi jika ada orang asing tidak berani menyapa. Tidak kebayang bisa sampai kejadian seperti ini toko kebobolan,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, selama sembilan bulan menjadi sales store dan baru jalan tiga bulan ditempatkan di Minimarket Jalan Abdul Wahab, selalu kebagian jaga sampai malam.

“Mau mencoba keluar tapi mengingkat masih banyak tanggungan di dalam keluarga sampai akhirnya dipertahankan sampai saat ini hingga kejadian seperti korban perampokan,”katanya.

Pada saat kejadian dirinya bersama kedua teman salah satu pimpinan shift sedang berada di kasir menghitung pendapatan uang penjualan hari itu. Namun tiba-tiba dari luar masuk satu persatu hingga berjumlah tiga orang pria tidak dikenal.

“Saat kita bertiga sedang sibuk menghitung di kasir, tiga pelaku masing-masing bersenjata golok masuk ke dalam toko dan langsung mengancam akan dibunuh jika tak mau nurut,” ucapnya.

Setelah itu para pelaku langsung menyekap mereka di dalam gudang dengan cara dikunci dari luar.

“Saya bersama Andika dikunci dari luar gudang. Sedangkan Darul sebagai pimpinan shift di luar toko dibawa pelaku untuk menyerahkan kunci brankas. Namun mempertahanka Darul duel lawan tiga pelaku sampai minuman yang dipajang di rak berjatuhan,” tambahnya.

Akibat mempertahankan kunci brankas, Darul oleh pelaku menjadi bulan-bulanan mendapatkan bacokan golok di hampir sekujur tubuh.

“Setelah mencoba dipertahankan namun tidak berhasil, kunci diserahkan ke pelaku lalu membukanya dan mengambil uang hasil penjualan sehari itu setelah itu langsung kabur,” tuturnya.

Luka yang didapatkan Shanty di bagian jari kelingking tangan kiri lantaran mencoba menolong darul saat melawan pelaku.

“Mencoba melawan pelaku, kita berdua jarinya kebacok karena mencoba menangkis golok para pelaku,” katanya.

Setelah pelaku berhasil menggondol isi brankas, korban Darul dalam kondisi lemas dan sekujur tubuh bersimbah darah membuka pintu gudang dikunci dari luar oleh pelaku.

Shanty mengenali ciri-ciri para pelaku yaitu ketiga nya berbadan kurus, tinggi, dan kulit hitam manis.

“Ada dua pelaku yang mengenakan helm dan jaket takut-takutan untuk membacok. Namun pelaku yang menggunakan topi brutal dan membabibuta hingga Darul terluka parah,” ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Sawangan, Iptu Hakim Dalimonte mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus kekerasan yang terjadi kepada ketiga pegawai Indomaret di Jalan Raya Abdul Wahab, Sawangan.

“Hasil olah TKP ditemukan dua buah senjata tajam jenis golok diduga digunakan pelaku saat kejadian. Selain itu rekaman CCTV sedang kita pelajar sementara ini pelaku masih dalam lidik,”katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan sasaran toko minimarket di Jalan Raya Abdul Wahab terjadi pada saat toko hendak tutup. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here