Ruang Karantina Penuh, Petugas Berlakukan Daftar Tunggu untuk Pasien Covid-19

167
Salah satu gedung karantina yang berada di kawasan Universitas Indonesia

Beji | jurnaldepok.id
Dua gedung yang dijadikan lokasi karantina pasien Covid-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk sementara menerapkan waiting list atau daftar tunggu.

Kepala Tempat Karantina Pasien Covid-19 Depok, Denny Romulo kepada wartawan mengatakan, dua gedung tempat karantina khusus pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG di Kota Depok sudah penuh.

Kondisi ini terjadi akibat kasus yang terus melonjak. Dia mengatakan, Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang UI, dua tempat isolasi pasien OTG saat ini kondisinya telah penuh.

Terkait hal itu, pihaknya pun kini terpaksa menerapkan sistem waiting list atau daftar tunggu.

“Iya, sekarang keterisiannya ini lagi waiting list semua. Untuk yang mendaftar masuk itu sudah full 100 persen,” ujarnya, kemarin.

Saat ini, kata dia, permintaan tempat karantina telah terjadi peningkatan yang cukup drastis dan itu berasal dari rujukan sejumlah puskesmas di Kota Depok.

“Ini pengirimannya seluruh puskesmas yang ada. Keterisian kamar dari waiting listnya itu sudah full,”katanya.

Denni menegaskan, pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik pada seluruh masyarakat.

“Mereka yang berada di sini biasanya menjalani perawatan selama sekira 10 hari. Kami sifatnya begini, semua menerima orang yang daftar dan kami susun dalam waiting list yang ditulis oleh nakes (tenaga kesehatan), nanti dilihat penyakit berat atau tidak, nanti difilter oleh nakes,” jelasnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menturkan, bahwa pasien yang melakukan isolasi mandiri atau Isoman di rumah akan mendapatkan pengawasan dari Puskesmas setempat hingga dari unsur tiga pilar.

“Kami bahu-membahu dengan TNI-Polri dan semua elemen untuk penanganan Covid-19 di Kota Depok,” tandasnya.

Dadang mengatakan, kondisi ini menyebabkan pasien yang terpapar Covid-19 hanya bisa melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing. Sementara itu, isolasi mandiri di rumah juga beresiko besar menularkan anggota keluarga yang lainnya.

Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (UI) yang difungsikan menjadi lokasi isolasi pasien Covid-19 telah mencapai batas kapasitas maksimalnya.

Penuhnya daya tampung di dua lokasi isolasi ini disebabkan oleh kasus Covid-19 yang terus meningkat secara signifikan, kurang lebih sejak tiga pekan belakangan ini.

“Tempat tidur perawatan OTG di Wisma Makara dan Pusat Studi Jepang UI sudah mencapai 100 persen. Kondisi saat ini otomatis berdampak pada peningkatan bed occupanci ratio atau BOR di rumah sakit,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here