Buka Warung Kopi, Cara Mahasiswa Bertahan di Tengah Pandemi

75
Alvino didampingi rekannya saat membuka usaha warung kopi

Laporan: Aji Hendro
Alvino seorang mahasiswa semester terakhir salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta menekuni bisnisnya dengan membuka Warung Kopi Masvin.

Warkop Masvin yang berlokasi di kawasan Kemirijaya, Kecamatan Beji, kini menjadi salah satu lokasi kongkow atau tempat anak muda untuk berkumpul untuk kegiatan yang positif.

Alvino kepada wartawan mengatakan, awal membuka warung kopinya saat dirinya selalu berkumpul atau nongkrong bersama rekan-rekannya di warung kopi.

“Kami selalu lihat saat kumpul di warung kopi pengunjungnya selalu ramai, dari situlah kami terinsipirasi membuka usaha warung kopi,” ujarnya, kemarin.

Alasan lainnya membuka usaha warung kopi salah satunya agar dirinya untuk bisa mandiri. Untuk membuka warung kopi dia harus merelakan motor kesayangannya untuk dijual, dimana hasil penjualan motornya digunakan untuk dijadikan modal awal.

“Ya kami relakan motor dijual untuk jadi modal,”katanya.

Ternyata uang hasil dari jual motor belum bisa menutupi modal awal, di waktu bersamaan dia mendapatkan arisan. Hasil uang atau dapat arisan tidak digunakan berpoya-poya akan tetapi untuk nambah modal usahanya membuka Warkop Masvin.

“Alhanmdullilah orang tua kami mensupport usaha kami dengan memberikan tambahan modal usaha,” jelasnya.

Dengan modal yang sudah memadai kemudian dirinya mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk membuka warung kopinya dengan nama Masvin Wakrkop.

Warung kopi yang sudah berjalan sekitar sembilan bulan ini menyajikan berbagai macam kuliner seperti pancong, omlet, kentang goreng, dan berbagai minuman yang bergizi dengan harga yang terjangkau oleh semua lapisan golongan.

Dirinya memiliki keyakinan untuk menghadirkan menu yang biasa dijual di cafe maupun tempat ‘tongkrongan beken’ ke warung kopi sederhana miliknya.

“Ya saya ingin saja menghadirkan menu-menu yang dijual di cafe ada warung kopi kami Warkop Masvin,” ungkapnya.

Tidak hanya menyajikan kuliner dan minuman yang enak, akan tetapi Warkop Masvin juga menyediakan wifi, musik dan warung dalam kondisi yang bersih sehingga konsumen menjadi aman, nyaman dan betah.

“Untuk memanjakan konsumen kami pasang Wifi dan full musik sehingga konsumen betah menikmati kuliner yang disajikan oleh kami,”katanya.

Dari usahanya yang berjalan selama sekitar sembilan bulan ini, modalnya sudah kembali dan sudah bisa memperkerjakan seorang pemuda untuk menjadi karyawannya.

“Dengan Kedai Kopi ini, kami diajarkan untuk kembangkan diri, mendapat ilmu baru dan bagaiman langsung bisa berinteraksi dengan dunia kerja yang sederhana tapi bisa memberikan hasil yang baik,” terangnya.

Sementara itu salah satu pengunjung, Restu Gayuh mengungkapkan warung Kopi Masvin tempatnya dinilai aman, nyaman dan cocok untuk semua kalangan. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here