Terjadi Antrean Pasien Covid-19, Pemkot Depok Siapkan Dua Rumah Sakit Tambahan

134
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Kesehatan Kota Depok berencana akan menambah dua Rumah Sakit untuk dijadikan Rumah Sakit rujukan untuk pasien Covid-19. Dua Rumah sakit yang dalam prosesnya untuk menyiapkan tempat tidur isolasi yakni Rumah Sakit Brawijaya di Bojongsari dan RS Setya Bhakti.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Enni Ekasari, Bed Occupancy Rate (BOR) untuk tempat tidur ICU dan isolasi untuk pasien Covid-19 terus mengalami perubahan. Pasalnya, terdapat antrean pasien Covid-19 setiap jamnya.

“Data dapat berubah sewaktu-waktu, karena ada antrean pasien Covid-19 setiap jamnya,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, untuk tempat tidur isolasi Covid-19 sudah terisi 66,67persen. Sedangkan tempat tidur ICU di RS terisi 70,64 persen.

“Tempat tidur isolasi maupun ICU sudah terisi di atas 70 persen,” katanya.

Dikatakan Enny, untuk kapasitas tempat tidur ICU sudah terisi sebanyak 77 tempat tidur dari total seluruhnya 109 tempat tidur. Sementara untuk tempat tidur isolasi tersedia 861 tempat tidur dan sudah terisi 574 tempat tidur.

“Data tersebut dari total 24 RS Rujukan Covid-19, baik RS pemerintah maupun RS swasta di Kota Depok,” tambahnya.

Enny berpesan kepada masyarakat agar dapat terus menjalankan 5M. Yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Juga tetap berada di rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tetap jalankan protokol kesehatan sebagai pencegahan. Karena saat ini ketersediaan tempat tidur isolasi maupun ICU hampir penuh,” terangnya.

Juru Bicara Percepatan Penangan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebut, kondisi saat ini otomatis berdampak pada peningkatan bed occupanci ratio atau BOR di rumah sakit.

“Untuk BOR tempat tidur isolasi saat ini diangka 63,67 persen sedang BOR ICU sudah 66,07 persen,” tandasnya.

Penambahan jumlah kasus yang cukup drastis itu juga telah membuat tempat karantina untuk pasien tanpa gejala di Kota Depok penuh.

“Untuk tempat tidur perawatan OTG (orang tanpa gejala) di Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang UI sudah mencapai 100 persen,” paparnya.

Akibatnya, kata Dadang, banyak kasus-kasus positif saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah yang dengan pengawasan puskesmas dan tiga pilar.

“Kami bahu membahu dengan TNI-Polri dan semua elemen untuk penanganan Covid-19 di Kota Depok,” katanya.

Terkait hal itu, Dadang pun menegaskan, pihaknya bersama aparat terkait akan terus meningkatan penegakan hukum dan melakukan sidak atau razia protokol kesehatan, utamanya di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kerumunan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here