Mengganggu Ketertiban Umum, PKL Leuwinanggung Digusur

13
Petugas Satpol PP saat memasang spanduk larangan berjualan

Tapos | jurnaldepok.id
Personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI/Polri melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan

“Iya, pagi ini (kemarin,red) mulai pukul 04.00 WIB, Kecamatan Tapos mengadakan penertiban pedagang kaki lima di Jalan akses Leuwinanggung-Nagrak-Cikeas,” ujar Anwar Nasihin, Camat Tapos kepada Jurnal Depok, Minggu (13/6).

Ia mengatakan, penertiban dilakukan sesuai aduan warga dan Brimob Resimen 1 pasukan Pelopor, terkait pedagang kaki lima setiap Minggu pagi yang mengganggu trantib di jalur Leuwinanggung-Nagrak-Cikeas.

“Sudah dikoordinasikan, dan arahan Kasatpol PP Depok. Rencana penertiban pasar kaget Leuwinanggung,” paparnya.

Dalam kegiatan itu pihaknya menerjunkan Pol PP Kecamatan 1 mobil 6 orang; Polsek 1 mobil 6 orang; Koramil 1 mobil 6 orang; Pol PP Kota 10 orang; Brimob 2 mobil 20 orang serta Linmas, Katar, LPM dan RW lokasi pasar.

“Semoga kedepan UKM khusus Depok, bisa berjualan di tempat yang tidak menganggu ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan,” jelasnya.

Agar tidak ‘tumbuh’ kembali, pihaknya berjanji akan terus melakukan patroli dan imbauan.

“Giat ini juga dalam upaya mengurangi kerumunan untuk pengendalian Covid-19 di Kecamatan Tapos,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here