Diduga Tercemar BBM, Warga Cek Laboratorium Air Sumur

27
Warga saat mempersiapkan air sumur untu dicel lab

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Warga Rt 01/13, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas yang menjadi korban pencemaran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga berasal dari SPBU Parung Bingung, kemarin memgambil sample air sumur untuk ditest dilaboratorium guna memastikan apakah air sumur warga mengandung cairan BBM dari SPBU yang berada dekat rumah warga.

“Ya, hari ini kami bersama pengelola SPBU akan melakukan uji laboratorium guna memastikan apakah air sumur warga tercemar BBM atau tidak, jika nanti terbukti air sumur kami telah tercemar BBM kami akan mendesak pihak pengelola pom bensin untuk memeriksa tangki BBM yang dipendam dalam tanah yang hanya berjarak benerapa meter saja dari rumah warga,” ujar Rahmat Hidayat salah satu warga sekitar pom bensin.

Dikatakan Rahmat, selama ini pihaknya sangat meyakini jika air sumur warga yang digunakan untuk keperluan rumah tangga telah tercemar BBM, namun kata dia untuk membuktikan kecurigaan itu perlu dilakukan test laboratorium guna lebih meyakinkan pengelola SPBU.

Sementara Taking salah satu warga mengatakan akan menunggu hasil test laboratorium guna menentukan sikap selanjutnya.

“Kita tunggu dulu hasil cek laboratorium, kalau hasilnya positif tercemar BBM maka kami akan mendesak pengelola untuk memeriksa kondisi tangki dan tidak menutup kemungkinan kami juga akan meminta kompensasi kepada pengolola SPBU karena lebih dari setahun kami terpaksa harus membeli air untuk keperluan minum dan memasak lantaran air kami tercemar BBM,” ujar Taking kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Taking, sejauh ini warga masih bersabar terhadap sikap pengelola yang tak mengakomodir laporan warga terkait dugaan pencemaran air sumur warga, namun kali ini lanjut dia, kesabaran warga telah habis dan pengelola harus merespon keluhan warga.

“Bayangkan selama lebih dari setahun kami sudah empat kali laporan, tapi tidak ada respon juga, tapi kali ini kami tidak akan tinggal diam, jika nanti terbukti air sumur kami tercemar BBM kami pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian warga,” tutup Taking. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here