Dampak dari Kerumunan, McD Didenda Rp 5 Juta

327
Terlihat garis kuning membatasi gerai restoran cepat saji

Margonda | jurnaldepok.id
Rumah makan cepat saji McD di Depok Plaza Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, dinilai melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok, Taufiqurakhman kepada wartawan mengatakan buntut adanya kerumuman di McD Ciplaz, Satpol PP Kota Depok memberikan sanksi berupa penutupan sementara gerai dan denda administratif.

Menurut dia, pemberian sanksi itu dilakukan berdasarkan aturan Pemberkuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Kalau untuk McD Depok sementara waktu ini kita tutup yang di plaza Depok. Yang lain buka tapi program mereka sudah ditutup hanya melayani yang regular,” ujarnya, kemarin.

Dengan adanya sanksi yang diberikan itu, pihak gerai wajib membayar denda yang jumlah nominalnya kata Taufik bisa mencapai Rp10 juta.

“Sesuai aturan mereka itu Rp 5-10 juta. Tapi nanti kita melihat situasi mungkin ya kita ambil yang terkecil lah supaya mereka bisa setor ke bank dan mereka bisa berjalan lagi usahanya kan percepatan ekonomi juga lagi dibutuhkan,” paparnyanya.

Pada saat kejadian menurut Taufik, sekira 100an ojol mengantri di gerai McD Ciplaz. Hal itu buntut adanya program menu khusus BTS Meal.

Seharusnya kata Taufik, ada kordinasi yang dilakukan kepada pemerintah pusat ketika adanya program yang dikeluarkan setiap gerai makanan atau instansi lainnya.

Satpol PP Kota Depok sempat mendatangi sejumlah gerai makanan cepat saji di Depok, tapi yang menimbulkan antrian dan kerumunan hingga adanya pelanggaran protokol kesehatan yaitu gerai McDonalds Plaza Depok.

“Ada beberapa juga di Bojongsari, tadi sudah bubar karena memang aplikasinya sudah dicancel seluruh Indonesia. Yang ramai di Plaza Depok Margonda,” jelasnya.

Dia mengatakan, selain adanya antrian panjang, keadaan sempat kisruh karena sistem pada aplikasi ojol tidak bisa melakukan cancel secara otomatis.

“Sempat ada permasalahan saat dicancel ini di aplikasi mereka enggak tercancel. Mereka mau cari uang dari pesenan lain lagi kan,” sebut dia.

Namun, akhirnya secara system pada tingkat pusat, menu khusus BTS meal ini ditiadakan.

“Layanan pesanan secara online juga tersedia pada gerai tersebut. Mungkin dari mereka juga karena ini kelihatannya banyak masalah di daerah-daerah lain di Jabodetabek. Akhirnya mereka berinisiatif melakukan cancel secara keseluruhan ordernya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here