Cang Rohim Si Raja Pantun, Wakili Kota Depok ke Tingkat Provinsi Jawa Barat

177
Cang Rohim

Limo | jurnaldepok.id
Memiliki kemampuan berpantun merupakan anugerah tersendiri bagi Abdul Rohim, bagaimana tidak berkat kepiawaian nya merangkai kata kata dalam bentuk pantun, membuat dirinya ditunjuk sebagai salah satu wakil Kota Depok dalam ajang festival pantun tingkat provinsi jawa barat pada tahun 2017 dan mendapat gelar juara.

Tak hanya sampai disitu, dalam berbagai perhelaran acara, bocah asli Depok ini tak pernah lupa menyelipkan celotehan pantun yang membuat dia dijuluki si raja pantun.

“Bagi saya memantun sudah merupakan kebiasaan sehari hari, rasanya hambar jika sehari tak memantun, tapi Alhamdulillah banyak yang suka malah banyak juga yang minta diajari cara memantun” ujar Cang Rohim sapaan akrab Abdul Rohim.

Dia menambahkan, ditengah kesibukan tugas sebagai salah seorang anggota Satpol PP, dirinya kerap masih menyempatkan waktu untuk bercanda sambil berpantun dengan para teman bahkan saat berada dilingkungan rumah, iapun kerap mengumbar untaian pantun kepada para tetangga dan warga sehingga wajar jika dirinya dijuluki si Raja Pantun.

“Julukan enggak penting bagi saya, yang penting saya bisa menyalurkan hobi dan bakat saya dibidang pantun memantun dan dapat menghibur orang lain,” celoteh Cang Rohim.
Dia menambahkan, pada prinsipnya membuat pantun tidak terlalu sulit dan bisa dilakukan oleh siapapun.

“Sebenarnya enggak terlalu sulit , kita hanya mencocokan kata perumpamaan dengan maksud atau arti dari perumpamaan itu, baik pantun dua baris maupun pantun empat baris, banyak objek perumpamaan yang bisa dijadikan pantun, misalnya nama buah buahan, hewan, nama wilayah, dan nama benda lainnya, untuk memudahkan membuat pantun cari dulu makna atau pesan yang akan disampaikan baru setelah itu kita cari padanan katanya yang pas,” imbuhnya.

Meskipun belum kepikiran untuk mendokumentasikan pantun dalam bentuk buku pantun, namun dirinya selalu berharap generasi muda dapat mempelajari teknik membuat pantun sebagai salah satu warisan budaya para pendahulu kita.

“Jaman dulu pantun sangat populer dikalangan masyarakat, terutama dalam pelaksanaan acara hajatan pernikahan pantun selalu ditampilkan, saya pengen tradisi itu kembali memasyarakat sebagai salah satu hiburan dan alat penyampaian maksud,” tutup Rohim. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here