Kasus Begal Payudara, Tiga Orang Dimintai Keterangan Polisi

37
Aksi begal payudara yang terekam CCTV

Margonda | jurnaldepok.id
Polisi telah memintai keterangan sejumlah saksi dari kasus remas payudara yang korbannya seorang karyawati di Jalan Mahali, Beji, Kota Depok, pada Senin (7/6) malam.

Kasubag Humas Polres Metro Depok, Kompol Supriyadi, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan dari serse Polsek Beji sudah cek tempat kejadian perkara (TKP) memeriksa beberapa saksi yang melihat peristiwa tersebut.

“Ada tiga saksi yang dimintai keterangan, termasuk satu di antaranya adalah Ketua RT setempat dan dua orang yang sudah diminta keterangan, karena korbannya kan belum buat LP (Laporan Polisi) dia, lalu lihat CCTV, masih dalam lidik oleh Polsek,” ujarnya, Rabu (9/6).

Supriyadi mengatakan, korban belum sempat membuat LP lantaran tengah bekerja di daerah DKI Jakarta.

“Korban rencananya mau buat LP setelah dia bekerja,”katanya.

Untuk informasi, aksi pelecehan seksual ini bukan kali pertama terjadi di Jalan Mahali. Pada bulan yang sama setahun silam tepatnya tanggal 22 Juni 2020, begal alat vital juga terjadi dan pelakunya menyasar seorang wanita yang juga tengah berjalan kaki sehabis pulang kerja.

Dengan modus yang sama, pelaku juga mengendarai sepeda motor berjenis matic, dan langsung tancap gas usai melampiaskan napsu bejatnya kepada korban.

Ketua RT 01/04 Pondokcina, Kecamatan Beji, Anto aksi begal payudara ini menyasar seorang wanita yang tengah berjalan kaki.

Anto mengatakan, padahal pihaknya telah menerapkan sistem ronda untuk menjaga keamanan di lingkungannya.

“Setiap hari ada ronda, tapi jam 24.00 WIB keatas. Jadi ngumpulnya jam 24.00 WIB baru pada ngumpul,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here