Air Sumur Tercemar, Warga RJB Protes Pengelola SPBU

140
Salah seorang warga saat mencium bau air yang diduga tercemar BBM

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sejumlah warga RT 01/13, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, meminta kepada pengelola SPBU disamping SDN Parung Bingung untuk merespon keluhan warga terkait masalah air sumur warga disekitar pom yang berbau bensin dan diduga tercemar rembesan bahan bakar minyak (BBM) dari tangki pom bensin.

Rahmat Hidayat, salah satu warga mengatakan, kondisi air sumur berbau bensin itu sudah terjadi sejak setahun belakangan dan dalam kurun waktu tersebut pihaknya sudah 4 kali mendatangi pengelola SPBU dengan maksud agar pihak SPBU merespon keluhan warga untuk memastikan sumber bau BBM yang tercampu di air sumur warga.

“Sebelumnya kami sudah empat kali mendatangi pengelola pom bensin ini, tapi belum juga direspon dan ini kali kelima kami melakukan protes dan kami mendapat jawaban dari manajer SPBU untuk melakukan cek laboratorium guna memastikan apakah bau yang mencemari air sumur warga adalah cairan BBM dari pom bensin atau bukan,” papar Rahmat kepada Jurnal Depok, kemarin.

Hal senada dilontarkan oleh Taking salah satu warga sekitar SPBU. Sudah lebih dari setahun kami harus beli air mineral untuk minum karena air dari kran dirumah kami bau bensin dan tidak layak dikonsumsi, kami sudah melaporkan hal ini kepada Ketua RT dan Ketua RW tapi hingga sekarang belum juga ada tanggapan dari pihak pom,” tegas Taking.

Keluhan serupa disampaikan oleh Akbar yang rumahnya berbatasan langsung dengan tembok pagar SPBU.

“Kami tidak menuduh, tapi wajar jika kami menduga bau bensin di air kami berasal dari rembesan bahan bakar minyak (BBM) di pom karena jarak antara sumur air kami dengan pom bensi sangat dekat, dan untuk membuktikannya silahkan pihak terkait untuk melakukan pengecekan terhadap air sumur dirumah warga yang berdekatan dengan tangki pom bensin,” kata Akbar.

Terpisah Ketua RW 13, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Endang mengaku telah menyampaikan keluhan warga kepada pengelola SPBU namun kata dia pihak pengelola SPBU belum melakukan cek laboratorium lantaran masih dalam kondisi marak covid 19.

“Saya dan pak Ketua RT 01 sudah melaporkan keluhan warga, tapi katanya sekarang belum bisa dilakukan cek air yang diduga tercemar bensin atau solar karena suasananya masih rame covid dan belum memungkinkan untuk melakukan pengecekan,” ungkap Endang.

Terpisah Manajer SPBU Parung Bingung, Suharyanto melalui sambungan telepon berjanji akan memenuhi permintaan warga untuk melakukan test laboratorium terhadap sample air sumur warga.

“Dari catatan administrasi kami tidak ada penyusutan BBM ya, itu artinya kami menganggap tidak ada tangki BBM yang bocor atau rembes, tapi kami siap untuk memenuhi permintaan warga melakukan tes dilaboratorium, besok (hari ini, red) kami akan mengambil sample air untuk dicek dilaboratorium,” tutupnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here