Sasar Pasien Menengah Kebawah, RS Anak Negeri Dibangun di Wilayah RJB

71
Wali Kota Depok saat menandatangani prasasti sebagai tanda diletakannya batu pertama RS Anak Negeri

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Rumah Sakit Umum Anak Negeri dibangun di wilayah Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang melakukan peletakan batu pertama rumah sakit tersebut mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi atas didirikannya rumah sakit untuk kalangan menengah kebawah.

“Dalam bidang kesehatan harus didorong karena dampak dari Covid-19 ini tingkat kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian. Terlebih ini sudah menjadi komitmen terkait pelayanan NICU, PICU dan ICU yang dirasa saat ini masih kurang. Di RSUD saja untuk pasien covid baru ada 9 ICU termasuk PICU dan NICU, makanya kami dorong,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Rabu (2/6).

Dari itu, ia meminta kapada pihak manajemen rumah sakit agar bisa mengakomodir warga dalam mendapatkan pelayanan medis.

“Ini rumah sakit bukan khusus tapi rumah sakit umum yang nanti perhatiannya terhadap NICU, PICU dan ICU atau critical care. Ini juga untuk mendorong smart healty city juga,” paparnya.

Komisaris Utama RS Anak Negeri, Puji Raharjo mengatakan, pihaknya sengaja membangun rumah sakit di pinggiran kota tak lain agar bisa mendapatkan pasar kelas menengah kebawah.

“Makanya kami bangun RS ini type C atau D, untuk type A atau B kami tidak. Namun pelayanan kami bersaing dengan type A atau B, karena dari sisi alat kesehatan merupakan pabrikan dalam negeri,” tandasnya.

Untuk SDM, sambungnya, sudah sangat mumpuni karena dokter yang nantinya akan bertugas di rumah sakit tersebut sudah berpengalaman.

“Kami berharap kehadiran RS Anak Negeri ini bisa memberikan kontribusi kepada Kota Depok, sesuai dengan program kerja Pak Wali juga serta bisa meningkatkan kesan masyarakat dibidang kesehatan,” katanya.

Terkait dengan keberpihakan warga tidak mampu, pihak rumah sakit berkomitmen untuk menerima pasien dengan jaminan kesehatan seperti BPJS dan lainnya.

Sementara itu Direktur Utama RS Anak Negeri, Agus Purnomo mengatakan, rumah sakit yang dibangun di atas lahan kurang lebih 2.500 meter persegi itu nantinya tersedia 120 tempat tidur.

“Dari mulai kelas 1, 2 dan 3 serta VIP. Target kami pembangunannya mencapai satu tahun, nanti akan dibangun lima lantai,” jelasnya.

Terkait penyerapan tenaga kerja lokal, pihaknya juga berkomitmen untuk menyerap 20 persen tenaga kerja yang berasal dari Depok untuk dipekerjakan.

“Untuk nilai investasi kurang lebih Rp 100 miliar. RS Anak Negeri ini kami dirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat terutama kalangan menengah kebawah,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here