Hari Ini Diumumkan, Siswa Kelas XII Dilarang Rayakan Kelulusan

59
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Pendidikan Jawa Barat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III melarang adanya perayaan atau selebrasi kelulusan siswa Kelas XII.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, I Made Supriatna mengatakan pihaknya memberikan surat edaran mengenai imbauan Menjelang Kelulusan Peserta Didik SMA/SMK/SMALB Tahun Pelajaran 2020/2021.

“Pengumuman kelulusan siswa kelas XII akan dilaksanakan pada, Kamis (3/6) dimana pengumuman dilakukan secara darling,” ujarnya.

Ia menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah baik swasta dan negeri untuk tidak melaksanakan pengumuman kelulusan kelas XII SMA/SMK/SMALB di sekolah yang menyebabkan peserta didik datang ke sekolah.

“Melainkan dengan mengumumkan kelulusan secara daring atau online secara langsung kepada peserta didik lewat jaringan pribadi, tidak melalui grup, melalui surel e-mail atau Whatsapp,” paparnya.

Di samping itu juga berkolaborasi dengan seluruh kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, masyarakat sekitar, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan peserta didik kelas XII tidak melakukan hal-hal negatif atau melanggar aturan setelah menerima hasil kelulusan.

Akan tetapi mengarahkannya pada hal-hal positif yang dapat memberikan manfaat dengan memperhatikan protokol pada masa kedaruratan covid-19. Pihaknya juga melarang para peserta didik atau siswa untuk melakukan corat-coret seragam, konvoi atau keliling, serta kegiatan lainnya yang menjurus pada kegiatan negatif.

“Ya, intinya tidak ada perayaan. Kami juga menugaskan kepala sekolah untuk berkoordinasi dengan aparat Kepolisian yakni Polres dan Polsek setempat dalam melakukan pencegahan dan penindakkan terhadap peserta didik yang melakukan perayaan kelulusan dengan cara-cara yang melanggar aturan seperti konvoi atau berkerumun,”katanya.

Sementara itu anggota komisi D DPRD Depok, Rezky M Noor menambahkan dirinya juga melarang corat-coret seragam.

“Kami juga mengimbau para siswa tidak melakukan konvoi menggunakan sepeda motor untuk merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret seragam bahkan melakukan aksi tawuran,” jelasnya.

Menurutnya, konvoi menggunakan sepeda motor dapat membahayakan para siswa dan mengganggu arus lalu lintas.

Dia pun meminta siswa untuk melakukan hal yang jauh lebih bermanfaat. Pasalnya setelah SMA pun mereka harus menempuh jenjang perguruan tinggi ataupun terjun langsung berkarier.

“Lebih baik baju-baju itu disumbangkan ke adik-adik mereka yang kurang mampu. Itu lebih berguna ketimbang corat-coret seragam,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here