Ketua KONI Yang Baru Bertekad Cegah Atlet ‘Lompat Pagar’ ke Daerah Lain

62
Wali Kota Depok saat membuka acara Musorkot KONI Kota Depok

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ketua KONI Kota Depok terpilih, Herry Suprianto bertekad untuk memaksimalkan pemberdayaan atlet dan kesejahteraannya. Hal itu dilakukan agar para atlet yang ada di Kota Depok tidak ‘Lompat Pagar’ ke daerah lain.

“Ini salah satu yang menjadi concern kami, apalagi jika sudah bicara kesejahteraan. Ada beberapa daerah saat ini memang belanja atlet dengan nilai yang cukup besar. Ini bukan hanya masalah di Kota Depok tapi juga di daerah lain yang memiliki anggaran pas-pasan,” ujar Herry kepada Jurnal Depok, kemarin.

Solusinya, kata dia, harus dibangun rasa kedaerahan dan memaksimalkan anggaran serta insentif bagi para atlet yang sudah dianggarkan.

“Insentif untuk para atlet memang ada setiap bulannya bagi mereka yang masuk dalam program akselerasi atlet terpadu, meskipun tidak besar. Dimana ada perkumpulan atlet terbaik dan berprestasi yang diusulkan oleh pengcab. Saat ini jumlahnya ada 133 atlet dan pelatih yang berasal dari 25 pengcab,” paparnya.

Menyinggung kepengurusan yang baru, Herry telah memiliki ‘kabinet’ yang nantinya akan diisi dari beerbagai elemen dan unsur seperti tokoh masyarakat, akademisi maupun praktisi.

“Bicara KONI ini kan suatu organisasi yang tupoksinya berbeda-beda. Kalau di organisasi enggak mungkin kami masukkan orang-orang yang membina prestasi. Di KONI juga ada bidang kesejahteraan, diharapkan yang menempati posisi itu mereka yang memiliki akses ke dunia usaha,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Depok, Mohammad Idris berpesan agar visi dan misi KONI tidak lepas dari visi misi Kota Depok.

“Harus dilihat dari aspek Maju, Berbudaya dan Sejahtera. Etika yang terbaik juga harus menjadi target. Jangan sampai dari penampilan dan prestasi baik, namun etikanya memalukan. Jangan sampai itu terjadi,” tegasnya.

Tak hanya itu, Idris juga akan menggenjot dari sisi anggaran untuk pembinaan dan infrastruktur KONI.

“Alokasi anggaran untuk KONI tetap ada, terlebih untuk Porda. Begitu juga untuk operasional yang sifatnya kecil-kecil,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here