Perkembangan Kasus Damkar, Direktur Perusahaan dan Juru Pemadam Diperiksa Kejaksaan

109
ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Sekitar 10 orang mulai dari Direktur hingga juru pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok dipanggil serta diperiksa.

Mereka diperiksa oleh Seksi Tindak Pidana Khusus atau Tipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, terkait laporan atas dugaan korupsi pada Dinas Damkar.

Data yang dihimpun menyebutkan, ke 10 orang itu masing-masing berinisial, HDAH (Direktur CV. Wahana Cahaya Sakti), RF (Direktur CV. Bina Mandiri Global), IS (Direktur CV. Giverindo Utama). Kemudian inisial lainnya yang diperiksa Tipidsus soal dugaan korupsi Damkar adalah, YAB (penyedia), ASY (CV. Ega Cipta Kreasi), HE (Direktur CV. Aditya).

Selain itu ada juga saksi bernisial SH (penyedia), AR (juru padam Pos Damkar Cimanggis), ATS ( juru padam Pos Damkar Cimanggis), dan R (juru padam Pos Damkar Cimanggis).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengungkapkan, pemeriksaan lanjutan oleh Tipidsus sementara ini masih tentang belanja sepatu dan pakaian dinas lapangan atau PDL pada Dinas Damkar atau DPKP Kota Depok tahun anggaran 2017-2019.

“Tim jaksa penyelidik Tipidsus telah melakukan permintaan keterangan terhadap 10 orang yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi Damkar,” ujar Wisnu.

Adapun sejumlah orang yang dipanggil kembali itu terdiri dari tujuh penyedia dan tiga pegawai honorer Damkar Depok.

“Mereka berstatus sebagai terperiksa bukan saksi. Jadi perlu kami tegaskan, bahwa mereka ini bukan saksi. Saksi itu hanya kepada orang yang dalam penyidikan. Nah kalau mereka ini masih sebagai terperiksa, karena statusnya masih dalam tahap penyelidikan belum ke ranah penyidikan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here