Awas! Posko Penyekatan Kendaraan di Depok Diperpanjang Hingga 31 Mei

211
Petugas gabungan saat melakukan penyekatan kendaraan di wilayah Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Masa waktu posko penyekatan yang ada di Jabodetabek yang berakhir pada 24 Mei diperpanjang hingga 31 Mei 2021.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Kombes Pol Sambodo Purnomo mengatakan ada 90 ribu pemudik yang menjalani rapid test antigen di sejumlah pos penyekatan di Jabodetabek. Jumlah itu didapat sejak sepekan belakangan. Diketahui bahwa 500 diantaranya reaktif Covid-19.

“Total 90 ribuan yang sudah dilaksanakan pemeriksaan antigen, dan ada 500an yang positif,” kata Sambodo saat melakukan tinjauan di pos sekat di Jalan Raya Bogor, Cilangkap, Kota Depok.

Sedangkan di pos sekat yang ada di Depok ada sekitar 3.700 orang yang menjalani rapid test. Dari jumlah itu lima diantaranya diketahui reaktif.

“Mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Saya cukup apresiasi karena di pos ini saja paling tidak di Depok sudah selama seminggu kemarin ada 3.700 lebih pemeriksaan dengan hasil 14 positif dan telah dirujuk ke RS terdekat,”katanya.

Menurutnya apa yang dilakukan di Kota Depok merupakan bentuk sinergi yang baik antara pemerintah daerah, TNI dan Polri. Pihaknya pun memberikan apresiasi atas sinergi tersebut.

“Ini bukti sinergi antara TNI-Polri dan pemerintah untuk bersama-sama menanggulangi COVID-19,” jelasnya.

Sambodo menuturkan pelaksanaan rapid test di pos sekat akan diperpanjang hingga 31 Mei. Oleh karenanya dia melakukan pemantauan ketersediaan alat test.

“Kami juga mengecek persediaan rapid antigen. Karena pemeriksaan ini yang kemarin sedianya selesai 24 Mei, diperpanjang sampai 31 Mei. Saya dari Polda kemudian berkeliling ke 14 titik pemeriksaan,” tambahnya.

Walaupun jumlah orang yang terindikasi terhitung kecil namun hal itu tidak boleh disepelekan. Karena hal itu bisa berdampak besar jika diabaikan.

“Kalau lihat positivity rate memang kecil, seperti di sini (Depok) dari 3.700 orang yang reaktif hanya 14 orang. Tapi bayangkan seadnainya 500 atau 14 di Depok ini tidak kita jaring, tentu ini akan berbahaya,” tegasnya.

Dia mengakatakan, dari 14 orang itu jika tidak dihalau berpotensi menyebabkan penularan yang mengakibatkan jumlah pasien terpapar bertambah banyak.

“Jadi angka yang sudah membaik di Jakarta bisa melonjak tajam jika pemudik yang kembali dari kampung halamannya tidak bisa kita pastkan bahwa dia bebas COVID-19,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here