Pemulung Berlarian Ketika Akan Dilakukan Swab oleh Petugas Kesehatan

9
Tenaga kesehatan dan aparat TNI/Polri saat melakukan swab terhadap pemulung

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Para pemulung berhamburan dan berlarian ketika tim Satgas penanganan Covid 19 mendatanginya untuk melakukan Rapid Tes Antigen. Kedatangan aparat bersama tim medis sempat membuat panik warga yang rata-rata adalah pemulung.

Bahkan, saking takutnya, mereka lari kocar-kacir masuk ke rumah masing-masing. Belakangan diketahui, rupanya seluruh warga di pemukiman kumuh itu takut dengan pemeriksaan swab. Namun kekhawatiran itu tidak berlangsung lama.

Kapolsek Sukmajaya, Ajun Komisaris Polisi Syafri Wasdar yang memimpin langsung penyisiran itu berhasil meyakinkan warga tentang keamanan swab antigen.

“Insya Allah aman pak, nggak sakit kok. Coba dulu ya, biar bapak dan yang lainnya tahu kondisi kesehatan agar dapat segera ditangani jika terjadi apa-apa,” katanya didampingi Danramil Sukmajaya, Kapten (Inf) Suyono.

Syafri mengungkapkan, selain pemulung, pihaknya juga menyasar pemeriksaan swab antigen ke tunawisma dan anak jalanan.

“Ini kami lakukan karena mereka sangat rentan terkena penyebaran COVID-19. Seperti kita tahu, mereka kerap berinteraksi dengan banyak orang dan berada di tempat-tempat yang cukup kotor,” jelasnya.

Syafri menambahkan mereka jarang tersentuh soal sosialisasi bahaya COVID-19.

“Padahal itu tadi mereka (pemulung) adalah kelompok yang cukup beresiko karena kan aktivitasnya banyak di luar dan berinteraksi dengan banyak orang,” katanya.

Syafri mengatakan, aksi sosial ini merupakan instruksi Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar.

“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan alat dari Bapak Kapolda Metro Jaya. Sehingga kami 3 pilar dengan perintah Pak Kapolres Metro Depok melakukan swab secara gratis pada para pemulung, tunawisma serta anak jalanan yang ada di wilayah Sukmajaya dan Cilodong,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara pada sekira 40 orang pemulung, tak satupun dari mereka reaktif COVID-19.

“Alhamdulillah tidak ada yag reaktif, namun ini belum selesai, karena baru satu tempat yang dilakukan,”katanya.

Usai menjalani pemeriksaan, sejumlah pemulung itu kemudian mendapat bantuan sembako dari petugas.

Rencananya, aparat gabungan bersama tim medis juga akan menyasar sejumlah pemukiman kumuh lainnya di Kota Depok.

Syafri menambahkan pihaknya juga mengadakan rapid test antigen kepada warga baru pulang mudik secara door to door atau rumah ke rumah.

Pemeriksaan kali ini diadakan di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, dengan jumlah warga yang dites sebanyak 10 orang.

“Kepada masyarakat kami juga mengimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, utamanya soal penggunaan masker, jaga jarak dan cuci tangan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here