Pengamanan Diperketat, Petugas Gabungan Putar Balikan Calon Pemudik

24
Petugas gabungan saat melakukan penyekatan terhadap calon pemudik

Margonda | jurnaldepok.id
Petugas gabungan yang ada di lokasi check poin di Kota Depok berhasil memutar balik warga yang hendak mudik ke sejumlah daerah.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar kepada wartawan mengatakan, ratusan aparat gabungan telah dikerahkan ke sejumlah wilayah titik penyekatan di Kota Depok. Kebijakan ini terkait dengan keputusan pemerintah soal larangan mudik yang mulai berlaku sampai dengan 17 Mei 2021.

Dia menuturkan, saat ini sudah terpasang delapan posko pemantau (cek point) dan dua posko penyekatan di wilayah perbatasan antara Depok-Bogor.

“Kalau dia KTP Bogor kita lepas, tapi kalau KTP nya Jawa Tengah misalnya, maka akan kita minta putar kembali,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk Depok akan dilakukan filterisasi bukan penyekatan secara total karena masih dalam wilayah aglomerasi sesuai dengan surat edaran Satgas COVID-19.

Imran menegaskan, proses pemeriksaan bakal diterapkan secara ketat dengan sasaran calon pemudik.

“Kita cek KTP dan kita tanya tujuannya, kalau beda, maka akan kita putar balik karena ada indikasi mudik lewat jalur alternative,”katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi M Indra Waspada menuturkan, saat ini sudah ada sebanyak 17 calon pemudik yang telah diminta untuk putar balik atau kembali ke rumahnya masing-masing.

“Mereka berhasil dihalau saat sedang melintas di Jalan Raya Parung-Ciputat tepatnya di kawasan Bojongsari. Hampir rata-rata KTP nya adalah KTP Jawa Tengah,” paparnya.

Andi mengatakan, selain menyiagakan sejumlah posko penyekatan, Depok juga telah menyiapkan pos cek point.

“Pos cek point berkaitan dengan pengamanan lebaran dan prokes (protokol kesehatan) namun di wilayah perbatasan kita lakukan filterisasi,” jelasnya.

Adapun jumlah kekuatan yang dikerahkan sekira 600 personil gabungan, terdiri dari TNI, Polri, SatpolPP, Dishub, Damkar hingga Dinkes.

“Jadi jika dilihat ciri-ciri yang kasat mata, seperti mobil banyak penumpang atau motor bawa banyak barang maka akan kita lakukan pemeriksaan. Nanti kita cek KTP dan kita tanya tujuannya, kalau beda, maka akan kita putar balik karena ada indikasi mudik lewat jalur alternative,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here