Mutiara Ramadhan: Puasa Meningkatkan Ketaqwaan

38
Hj Qonita Luthfiyah

Oleh:

Hj Qonita Lutfiyah, SE.MM
Wasekjen DPP PPP

Setiap ajaran Islam berisi aturan yang bersifat formal juga mengandung pesan-pesan bersifat moral yang ingin dicapai melalui pelaksanaan ibadah ritual. Aturan formal dan moral merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan juga tidak bisa dipertentangkan.

Ajaran tentang salat misalnya selain berisi tertib syarat dan rukun yang dimulai dari Takbiratul Ihram hingga mengucapkan salam, mengandung banyak pesan sosial dan kemanusiaan.

Salah satunya tentang salat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”. (Q.S Al-Ankabut: 45).

Sedangkan perintah untuk berpuasa, selain menahan lapar dan haus dan berhubungan suami istri pada siang hari, tujuan utamanya berdasarkan firman Allah adalah agar orang yang berpuasa menjadi umat yang bertakwa.

Jika puasa tidak bisa mentransformasikan kesadaran dan kepribadian yang bertaqwa, maka sia-sialah apa yang telah dijalankan.

Nabi Muhammad SAW secara tegas mengingatkan bahwa betapa banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja.

Dari situ sangat jelas diutarakan bahwa hakikat puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus, namun lebih kepada kemampuan untuk menjadi umat yang sebenar-benarnya Taqwa.

Yaitu prinsip hidup untuk selalu memegang teguh dan memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kemanusiaan. Hasan Hanafi menyebut kemampuan seperti itu sebagai revolusi transendensi.|*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here