Mutiara Ramadhan: Zakat, Infak, dan Sodaqoh di Bulan Ramadhan

25
Mohammad Idris

Oleh
Dr. KH. Mohammad Idris, MA.
Wali Kota Depok

Soimin dan soimat rahimakumullah
Rasulullah saw pernah bersabda:

“Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik”. (HR. Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016).

Rasulullah SAW mengajarkan dan mendorong kita sebagai hamba Allah SWT untuk senantiasa berinfak dan bersedekah sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Ibnu Abbas ra berkata: “Infaq dan shodaqoh Rasulullah SAWdi bulan Ramadhan lebih cepat daripada angin yang bertiup bebas”.

Masya Allah, di antara hak harta kita yang patut dilakukan di bulan Ramadhan adalah mengeluarkan sekaligus membersihkan harta kita dengan menunaikan ibadah zakat sesuai dengan
kadar nisab dan juga ketentuan-ketentuan yang lainnya dalam syariat Islam.

Di bulan Ramadhan ini juga, ada kewajiban yang namanya zakat fitrah. Tidak boleh seorang pun yang berpuasa yang tidak menunaikan zakat fitrah.

Mayoritas ulama menganjurkan bahwa zakat fitrah dilakukan pada awal bulan Ramadan dan afdalnya (utamanya) dilakukan pada malam Idul Fitri.

Selama kita bisa mendapatkan makanan untuk esok hari, maka kita diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.

Infaq, shodaqoh, zakat maal, dan zakat fitrah ini merupakan bagian dari amalan ta’abbudi sekaligus tentunya sebagai amalan ijtima’i (ibadah sosial).

Bagi seorang muzakki (yang wajib mengeluarkan zakat), infak, sedekah, zakat maal, ataupun zakat fitrah merupakan upaya menjadikan dirinya sebagai seorang yang mampu meringankan beban hidup orang lain. Dia (muzakki) memiliki cinta dan kasih sayang kepada sesama.

Sebaliknya bagi mustahik (yang menerima zakat), zakat yang dikeluarkan oleh muzakki memiliki arti yang sangat penting bagi dirinya, karena dia (mustahik) dapat terbebas dari kesulitan, kesulitan ekonomi yang sering kali menyulitkan langkah dan geraknya.

Untuk itulah, di bulan Ramadan ini, anjuran infak, sedekah, dan kewajiban zakat maal ataupun zakat fitrah selalu bisa kita jadikan sebagai bekal kehidupan dan bekal perjalanan abadi kita.

Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa meringankan rezeki kita, meluaskan rezeki kita, dan meringankan tangan kita untuk memberi kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.|*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here