Nekat Angkut Pemudik Pulang Kampung, Travel Gelap Dijaring Polisi

98
Terlihat beberapa mobil travel yang berhasil diamankan pihak kepolisian

Margonda | jurnaldepok.id
Sekitar 22 kendaraan yang dijadikan travel gelap terjaring dan diamankan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok. Mereka diamankan petugas dari lokasi berbeda di sejumlah jalan alternatif menuju luar daerah saat membawa para pemudik.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi M Indra Waspada mengatakan, mobil yang diamankan digunakan sebagai travel gelap untuk mengantarkan para pemudik.

Ia menjelaskan, penindakan terhadap travel gelap ini tidak dibatasi waktu.

“Jadi bukan hanya saat larangan mudik kita laksanakan razia, namun kapanpun kita bisa melakukan kegiatan tersebut, karena memang jelang hari raya lebaran, kemudian ada instruksi dari pemerintah berkaitan dengan larangan mudik maka kami semakin gencar melaksanakan kegiatan razia travel gelap ini,” ujarnya, kemarin.

Adapun yang menjadi dasar yakni UU Nomor 22 tahun 2009 Pasal 308 akan dipidana kurungan paling lama 2 bulan, atau denda paling banyak Rp 600 ribu. Penjelasan dari pasal tersebut yaitu setiap orang yang memberikan kendaraan bermotor yang tidak memiliki izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek, itu di pasal 173 ayat 1 a.

Kemudian tidak memiliki penyelanggaraan angkutan orang tidak dalam trayek, dan tidak memiliki izin penyelenggaraan pengangkutan barang khususnya alat berat sebagaimana dimaksud Pasal 173 ayat 1 huruf c.

“Selain itu menyimpang dari izin yang ditentukan. Artinya apabila travel tersebut tidak memiliki izin trayek, maka dianggap travel itu travel gelap, artinya tidak memiliki izin trayek yaitu ada perbedaan antara pelat hitam dan plat kuning. Yang legal plat kuning,”katanya.

Sebanyak 22 unit travel tersebut diamankan dari hasil razia sejak sepekan terakhir.

“Alhamdulillah dari jajaran Polres Metro Depok sudah menangkap 22 barbuk (barang bukti) travel gelap yang mana memang travel gelap ini kita amankan dan kita tilang. Sidangnya nanti setelah lebaran,” kata dia.

Andi berharap, penindakan ini memberi efek jera kepada para pelaku atau pengemudi travel gelap tersebut.

“Saya imbau kepada masyarakat khususnya pengguna travel-travel ini seandainya memang ingin berpergian ke luar kota sebelum tanggal 6 maka harus menggunakan kendaraan yang betul-betul sesuai memiliki izin trayek,” jelasnya.

Andi menyebut, selain gencar melakukan razia secara fisik, pihaknya juga bekerjasama dengan tim cyber menggelar patroli di dunia maya.

“Karena memang mereka menawarkan jasanya di media sosial. Sekali lagi, kami kerja sama dengan subdit cyber memastikan apabila ada penawaran-penawaran di media sosial kita akan take down berita tersebut karena memang itu tidak boleh sampai di media sosial,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here