Mutiara Ramadhan: Menggapai Malam Lailatul Qadr

64
Mohammad Idris

Oleh
Dr. KH. Mohammad Idris, MA.
Wali Kota Depok

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar (1). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (2). Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (3)”. (Q.S Al-Qadr ayat 1-3).

Rasulullah SAW bersabda; “Barangsiapa yang salat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah swt, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu”.

Subhanallah, dalam surat Al-Qadr ayat 3, Allah swt menjelaskan bahwa satu malam itu (lailatul qadr) lebih baik dari 1.000 bulan (khairun min alfi syahr) atau 83 tahun.

Soimin dan soimat yang berbahagia
Malam lailatu qadr dapat kita telusuri dengan mengkaji tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan turunnya Al-Qur’an sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah swt dalam surat Al-Qadr.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar” (Al-Qadr: 1).

Sementara dalam ayat yang lain (QS Al-Baqoroh: 185), Allah swt menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu sendiri diturunkan pada Bulan Ramadhan, artinya bahwa malam lailatul qadr terjadi pada malam-malam bulan Ramadhon. Para ulama banyak berpendapat tentang masalah jatuhnya malam lailatu qadr yaitu pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir di bulan Ramadan, ada mengatakan pada malam ke-21, ada mengatakan pada malam ke-23, ada mengatakan pada malam ke-25, bahkan ada yang mengatakan pada malam ke-29.

Namun mayoritas ulama mengatakan bahwa malam lailatul qadr terjadi pada malam ke-27. Pendapat tersebut mengacu pada Hadis Rasulullah saw yang sanadnya dianggap shohih, misalnya sebuah hadits dari sahabat Abdullah Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin berjaga-jaga malam Lailatul Qadar, maka berjagalah pada malam ke-27”

Sahabat Ubay Bin Ka’ab berkata: “Demi Allah Sesungguhnya malam lailatul Qadr itu jatuh di bulan Ramadhan yaitu malam ke-27”

Dalam haditsnya, Rasulullah SAW telah menyebutkan tanda-tanda malam lailatul qadr itu sendiri.

“Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi” (HR Muslim).

Soimin dan soimat yang di rahmati Allah SWT

Namun tentunya tidak ada kepastian pada malam keberapa jatuhnya malam lailatul Qadr itu sendiri, agar kita sebagai hamba-hamba-Nya dapat senantiasa istiqomah dan aktif melaksanakan berbagai jenis ibadah di bulan Ramadan, dengan harapan kita akan mendapatkan malam Lailatul Qadar, khususnya pada malam 10 malam terakhir di bulan Ramadan.

Semoga kita diberikan anugerahkan dan kenikmatan oleh Allah SWT untuk dapat menggapai Lailatul Qadar.|*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here