Lagi Asyik Bercumbu di Sebuah Kamar, Pasangan Mesum Diciduk Aparat Gabungan

704
Kasatpol PP saat memberikan nasihat kepada wanita yang terjaring razia

Cimanggis | jurnaldepok.id
Puluhan pria dan wanita terjaring razia yang dilakukan Satpol PP Kota Depok, Kepolisian dan TNI dari lokasi rumah kos berbeda di kawasan Cimanggis, Minggu (2/5) dinihari. Satu persatu kamar di rumah kos tersebut diperiksa petugas.

Petugas menemuka pasangan muda mudi bukan pasangan suami istri. Bahkan petugas juga menemukan botol minuman keras berbagai merk di salah satu rumah kos tersebut.

Kasat Pol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, operasi penertiban dilakukan dalam rangka pengawasan dan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum yang digelar bersama aparat gabungan dari TNI dan Polri.

Pihaknya melakukan razia di rumah kos di Cimanggis karena mendapatkan informasi dari warga kerap disalah gunakan. Bahkan rumah kos disewakan ke penghuni perjam atau perhari. Dia menduga, pria dan wanita yang diamankan berada di dalam sebuah kamar indekos itu bukan merupakan pasangan resmi atau telah menikah.

“Ada 20 orang yang kami amankan dari razia di dua lokasi kos-kosan,” ujarnya, kemarin.

Lienda menjelaskan, pemeriksaan di penginapan GP diamankan 15 orang yang meliputi satu orang penanggung jawab, 10 wanita dan empat pria. Untuk Wisma AS diamankan satu orang penanggung jawab lokasi, dua pria dan dua wanita.

“Untuk sementara dugaan prostitusi ada karena kami melihat pasangan itu bukan pasangan suami istri,”katanya.

Saat diperiksa pria dan wanita berbeda KTP di satu kamar, maka patut diduga ada tindakan asusila dan tindakan melanggar lainnya. Hal itu diperkuat dengan temuan transaksi terkait bisnis dugaan prostitusi.

“Rata-rata mereka memesan pasangan secara online melalui telepon genggam. Karena tadi sepintas kami periksa handphone-nya. Tapi ada juga yang datang langsung menyewa dengan yang bukan pasangannya,” paparnya.

Selain itu, dugaan adanya bisnis prostitusi juga diperkuat dengan temuan satu orang memiliki lima kamar.

“Ini patut diduga untuk apa sebenarnya satu orang menyewa bulanan sampai lima kamar, kemudian dipakai aktivitas apa. Kebetulan, kamar-kamar tadi ada penghuninya, dan penghuninya bukan orang itu saja. Nggak mungkin lima kamar dia tempati dalam satu waktu. Ternyata memang ada indikasi seperti itu (bisnis prostitusi) transaksi,” tegasnya.

Wanita dan pria yang terjaring dibawa ke kantor Satpol PP Kota Depok di Balaikota. Nantinya, 20 orang tersebut apabila di bawah umur akan dilakukan pemanggilan orang tua.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Depok, untuk penanganan lebih lanjut.

“Kita akan berkoordinasi dengan Dinsos dan perempuan yang di bawah umur kita panggil orang tuanya untuk lebih ketat lagi memberikan pengawasan terhadap anaknya,” jelasnya.

Lienda mengatakan Satpol PP Kota Depok berusaha menciptakan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah bulan suci Ramadan, sehingga tidak terganggu dengan hal yang kurang baik.

“Untuk itu, kami Satpol PP Kota Depok berusaha mengajak masyarakat saling menghargai dan toleransi guna menjaga kesucian Ramadan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here