Bakal Lebaran di Sel, Otak Babi Ngepet Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara

184
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, menegaskan otak dari berita bohong terkait Babi Ngepet ini adalah AI. Atas kasus tersebut AI diancam hukuman 10 tahun penjara.

“Atas kasus ini Dia dijerat pasal 14 ayat 1 atau 2 UU Nomor 1 tahun 1946 ancaman hukuman 10 tahun penjara,” ujar Imran, Kamis (29/4).

Dari kasus itu Polisi juga mensita belasan telepon genggam, gambar atau video dan Babi tersebut.

Dikatakan Imran, dalam aksinya AI bekerjasama dengan delapan orang temannya.

“Masing-masing orang memiliki peranan. Ada yang menangkap sampai mengaku telanjang untuk menangkapnya, padahal tidak telanjang, yang membunuh babinya, menguburkan, perannya sudah ada. Hanya buka baju aja. Kalau di cerita video yang viral kan mereka telanjang bulat,” terangnya.

Imran mengimbau kepada masyarakat Kota Depok untuk tetap tenang dan menjaga kondusif lingkungannya apalagi saat ini bulan Ramadan.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Polsek Sawangan menangkap AI seorang warga yang melakukan berita bohong atau hoak tentang adanya dugaan hewan Babi Ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.

Sejumlah aparat Kepolisian Polsek Sawangan di Polres Depok membawa tersangka AI dengan tangan diborgol. Sementara AI yang ditanya sejumlah wartawan tidak mau memberikan keterangannya.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar mengatakan berita tentang Babi Ngepet semuanya palsu.

Dari keterangan tersangka hewan babi tersebut dibeli dengan harga Rp 900.000 secara online di komunitas hewan.

“Saat ini tersangka sudah diamankan dan mengaku perbuatannya,”katanya.

Ada warga lainnya yang saat ini masih dimintai keterangannya, yang turut berperan membuat berita hoak babi ngepet tersebut. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here