Gawat! Kuburan Babi Digali Lagi, Ada Apa? Ini Kata MUI Kota Depok

1973
Terlihat warga yang penasaran ingin melihat Babi yang tertangkap di wilayah Bedahan

Sawangan | jurnaldepok.id
Fenomena terkait dugaan Babi Ngepet di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, semakin tajam. Lantaran tak terima Babi dikuburkan di tempat pemakaman umum (milik ahli waris,red), akhirnya kuburan Babi digali kembali.

“Iya, digali lagi karena dari pihak keluarga yang punya makam (ahli waris,red) tidak setuju kalau dikuburkan di lokasi itu,” ujar Abdul Rosad, Ketua RW 04 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, kepada Jurnal Depok, Rabu (28/4).

Ia mengatakan, setelah digali kemudian Babi tersebut dipindahkan ke lokasi lain (kebun) yang masih berada di lingkungan RT 02/04.

“Enggak ada tujuan dan maksud lain, kemarin dikuburkan di lokasi itu spontanitas dan kami tak berpikir luas karena untuk mencegah kerumunan warga yang lebih banyak lagi. Dari situ baru muncul pemikiran, masa Babi dikuburkannya di lokasi yang sama dengan jenazah manusia,” paparnya.

Ditegaskannya lagi, digalinya kembali kuburan Babi tak lain untuk memindahkannya ke lokasi lain dan tidak ada unsur apapun.

“Untuk membedakan hewan dan manusia, kecuali binatang kucing itu tidak jadi masalah. Persoalannya kan ini Babi yang jelas-jelas haram menurut agama kami,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, pada saat digali dan dipindahkan, Babi tersebut tidak berubah wujud menjadi manusia seperti yang diisukan akhir-akhir ini.

Sementara itu Ketua Komisi Bidang Fatwa Majelis Ulama (MUI) Kota Depok, KH Encep Hidayat meminta masyarakat tidak berlebihan menyikapi fenomena tersebut yang nanti dikhawatirkan malah berujung pada kemusyrikan.

“Memang dalam agama itu ada bangsa jin maupun iblis bisa menjelma dalam bentuk atau rupa yang lain, dan ketika menjelma dalam bentuk yang lain dia tidak bisa menghindari hukum alam yang terdapat pada yang dibentuk itu. Misalnya berbentuk ular, itu ada hadistnya,” ungkapnya.

Maka, sambungnya, ketika ia berbentuk ular tidak bisa menghindari hukum alam yang terkait dengan ular itu seperti bisa dalam bentuk Babi, Anjing dan lainnya.

“Ini pandangan agama menyangkut bangsa jin atau iblis bisa menjelma dalam bentuk lain. Namun Babi Ngepet ini yang berkembang di masyarakat adalah manusia yang berkolaborasi dengan bangsa jin dan iblis kemudian manusianya berubah menjadi binatang,” jelasnya.

Namun begitu, Encep meminta kepada masyarakat agar tetap meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dan terhindar dari kemusyrikan.

Sebelumnya, Warga RT 02/04 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, dihebohkan dengan penemuan yang diduga Babi Ngepet. Penemuan tersebut terjadi pada, Selasa (27/4) dini hari sekira pukul 01.30 WIB.

Semenjak kasus penemuan Babi itu, ratusan bahkan ribuan warga berdatangan ke lokasi untuk melihat seekor Babi tersebut.

Karena semakin besarnya animo masyarakat yang ingin melihat, atas musyawaah aparat lingkungan dan pihak kepolisian, akhirnya Babi tersebut dipotong menjadi tiga bagian dan dikuburkan di lokasi tak jauh dari penemuan. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here