Hari Jadi ke-22 Kota Depok, Idris-Imam Komitmen Selesaikan Masalah Kemacetan

169
Wali-Wakil Wali Kota bersama Forkopimda saat meresmikan Mobil Simora

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di beberapa ruas jalan di Kota Depok. Bahkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Pembangunan Depok ini tak bisa lepas dari wacana pembangunan nasional, termasuk empat ruas tol yang ada di Depok ini. Saat ini sudah berjalan dua tol yang telah beroperasi, dalam waktu dekat Tol Cibitung dalam tahap penyelesaian dan Tol Desari dari Depok sampai ke Bogor,” ujar Idris usai menghadiri acara puncak Hari Jadi ke-22 Kota Depok, Selasa (27/4).

Ia menambahkan, empat ruas jalan tol itu tak lepas dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Dari itu, pihaknya akan berkolaborasi dengen pemerintah pusat terkait masalah kemacetan di Kota Depok.

“Kami tidak mau hanya mewacanakan perluasan jalan karena yang namanya migrasi tidak bisa dihentikan, bayangkan 3,4 persen per tahun tingkat migrasi di Kota Depok, angka itu stabil. Semakin dilebarkan, semakin banyak penduduknya dan semakin banyak pula kendaraannya. Dengan kondisi itu dipastikan akan macet terus jalan di Depok,” paparnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah mengajukan ke Kementerian Perhubungan model transportasi public yang lain.

“Ini sangat terkait dengan kebijakan nasional yakni dengan adanya LRT yang saat itu dibangun di Cibubur dan akan disambungkan ke Pondokcina, nyatanya setelah kami cek lagi di APBN belum muncul, makanya kami wacanakan menggunakan APBD atau diserahkan pihak ketiga untuk melakukan itu sampai dengan transportasi berbasis rel yaitu monorel. Ini kajiannya sudah panjang dan saat ini sudah ada di Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Idris mengungkapkan, Depok kedepan harus menjadi kota satelit agar bisa mengimbangi kota dan kabupaten yang ada di Jabodetabek.

Sementara itu Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengungkapkan Depok akan menjadi kota niaga dan jasa yang ramah lingkungan dan religius.

“Sementara di RPJMD terakhir di kepemimpinan Idris-Imam ini visinya Maju, Berbudaya dan Sejahtera. In Sya Allah tidak mengurangi dari RPJP kedepan,” tandasnya.

Dikatakannya, akan menjadi sebuah konsekwensi dimana kota yang enak sehingga warga Indonesia banyak memilih Depok sebagai tempat tinggal.

“Sehingga pertumbuhan penduduknya sangat signifikan 2,3 persen, karena memang Depok ini nyaman dan aman dan membuat warga betah tinggal di Depok dibanding dengan kota lainnya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here