Dipotong 3 Bagian, Kuburan Diduga Babi Ngepet Masih Ramai Dukunjungi Warga

4536

Sawangan | jurnaldepok.id

Ratusan warga yang penasaran dengan binatang yang diduga Babi Ngepet, kemarin beramai-ramai ikut menyaksikan prosesi penguburan Babi tersebut.

Bahkan, banyak dari mereka yang rela panas-panasan hanya untuk sekedar mengabadikan proses penguburan binatang tersebut.

“Iya, warga beramai-ramai ikut menyaksikan proses penguburannya,” ujar Abdul Rosad, Ketua RW 04 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Rabu (28/4).

Ia menambahkan, hasil pantauan di lapangan, hingga sore dan malam kemarin lokasi tempat dikuburkannya Babi itu masih ramai dikunjungi warga.

“Bahkan sampai siang ini pun masih ada saja warga yang datang dan melihat ke kuburan itu Babi,” paparnya.

Namun begitu, kondisi saat ini relatif lebih sepi dibandingkan hari kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi pada Selasa malam pun aman terkendali.

“Alhamdulillah aman, warga tidak merasa ketakutan,” katanya.

Sebelumnya, Warga RT 02/04 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, akhirnya memotong hewan yang diduga Babi Ngepet.

“Babi sudah kami potong karena untuk mencegah terjadinya kerumunan warga yang lebih besar, dari malam hingga siang ini memang cukup banyak warga yang datang ke lokasi, ini sudah hasil musyawarah dengan aparat keamanan,” ujar Suhanda warga yang memotong Babi, Selasa (27/4).

Ia menambahkan, Babi tidak melakukan perlawanan saat hendak dipotong.

“Karena kondisi Babi sudah lemas. Babi kami potong buntut terlebih dahulu, kemudian baru kepalanya. Keluar darah segar seperti layaknya memotong ayam atau kambing,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, proses eksekusi Babi hanya dilakukan oleh dua orang.

“Berdua saja saya potongnya. Walaupun sudah dipotong tapi enggak berubah wujud jadi manusia. Ukuran Babi tetap sama seperti baru ditanggap (tak mengecil,red),” katanya.

Suhanda mengungkapkan, sudah banyak warga di lingkungannya yang akhir-akhir ini mengalami kehilangan uang.

“Sudah banyak bukan satu dua orang saja. Disini enggak ada warga yang memelihara atau ternak Babi, silahkan ditelusuri,” ungkapnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here