Mudik Dilarang Berdampak Pada Penurunan Pemohon Pembuatan SIM

41
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Setelah ada larangan mudik lebaran oleh pemerintah, berdampak penurunan pemohonan perpanjangan SIM online di Satpas 1221 Polres Metro Depok.

Kasubnit Satpas 1221 pembantu Satlantas Polres Metro Depok, Ipda H. Ari Satwaka mengatakan, pada pemohonan SIM tahun lalu masih bisa mencapai 200 hingga 300 blanko. Namun setelah tahun ini ada larangan mudik dari pemerintah mencapai dibawah 100 blanko.

“Sekarang kita sudah terapkan aplikasi Sim Online di Depok, sehari hanya bisa maksimal mencapai 100 blanko untuk perpanjangan SIM A dan C,” ujarnya, Senin (26/4).

Larangan dari Presiden dari jauh-jauh hari yaitu mulai dari tanggal 6 Mei tidak dibolehkan untuk mudik. Sementara itu untuk menambah kualitas pelayanan, lanjut Ipda Ari, rencana sehabis lebaran ini Polres Metro Depok dari Korlantas Polri akan menambah dua alat lagi.

“Sekarang ini alat dalam proses perpanjangan SIM online masih punya satu di Satpas Polres Metro Depok. Rencananya jika ada penambahan dari Korlantas akan digunakan untuk Satpas Pembantu Cinere dan Sukmajaya,” paparnya.

Sementara itu Ari mengimbau kepada masyarakat pemohon perpanjangan SIM yang menggunakan aplikasi SIM Online untuk dapat mengurus sendiri tidak melewati calo.

“Sesuai SOP bagi buat SIM baru mulai dari pendaftaran, foto, teori dan praktek 1-2 jam beda halnya jika perpanjangan hanya butuh waktu 30 menit, karena sekarang sudah ada SIM online lebih cepat dan mudah,” tambahnya.

Sementara itu untuk Satpas Pembantu Sukmajaya, lanjut Ari, dalam meningkatkan pelayanan untuk sarana fasilitas foto ditambah tiga area di perluar untuk tidak berjubel dan ruang tunggu juga di luar.

“Mengingat kita masih dalam pandemi penerapan protokol kesehatan 5 M diterapkan. Jika bisa langsung buat sendiri jangan menggunakan calo, datang sesuai prosedur,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here