Gawat! Jelang Lebaran Klaster Covid-19 di Pondok Pesantren Alami Peningkatan

340
Dadang Wihana

Margonda | jurnaldepok.id
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Depok, H Dadang Wihana mengungkapkan, saat ini kasus positif Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren di Kota Depok mulai meningkat kembali.

“Klaster pesantren berasal dari pesantren yang berada di luar Kota Depok, dimana ada santrinya berasal dari Depok dan pesantren yang berada di Depok,” ujar Dadang kepada Jurnal Depok, Minggu (25/4).

Pertama, kata dia, untuk pesantren luar Depok, yang berasal dari 25 pesantren di Jawa, dengan santri asal Depok yang terpapar berjumlah 45 kasus.

“Kedua, untuk pesantren di Depok terdapat 21 pesantren, dengan total kasus konfirmasi positif hingga hari ini berjumlah 485 kasus. Termasuk di dalamnya kasus dalam minggu ini dari Pesantren ZZS sebanyak 25 kasus, Pesantren MQ 46 kasus, Pesantren KBQ sebanyak 4 kasus dan Pesantren H sebanyak 1 kasus (sdg tracing kontak erat),” paparnya.

Terhadap empat pondok pesantren itu pihaknya sudah melakukan mitigasi oleh Satgas Kota, Kecamatan/Kelurahan dan Puskesmas.

“Penambahan kasus di pesantren ini rata-rata disebabkan oleh kurangnya penerapan protokol kesehatan, ditambah terdapat beberapa pesantren yang kurang kooperatif dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwasanya pesantren dibuka secara offline didasarkan SKB 4 Menteri.

“Meskipun kami dari Satgas Kota mengimbau agar pesantren dapat melakukan pembelajaran scara virtual, karena klaster pesantren kasusnya cukup tinggi,” katanya.

Dengan kondisi yang terjadi di Kota Depok, pihaknya berencana untuk menyampaikan hasil evaluasi kepada Kementerian Agama dan Satgas Pusat untuk melakukan evaluasi terhadap SKB 4 Menteri tersebut.

“Ini penting agar klaster pesantren tidak terus bertambah dan sejalan dengan kebijakan PPKM. Kami juga meminta kepada pengurus pesantren dan para orang tua santri untuk kooperatif dalam penanganan kasus yang saat ini terjadi dalam pesantren, karena kami harus melakukan langkah-langkah taktis dan segera,” jelasnya.

Kepada Kementerian Agama Kota Depok, sambungnya, pihaknya mengajak untuk bersama-sama mengawasi dan melakukan pendampingan kepada pondok pesantren agar penularan tidak terus terjadi.

“Bagi mereka yang sudah terpapar saat ini dilakukan Isman di pesantren dan beberapa kami rujuk ke RS. Kami mengimbau sebelum masa peniadaan mudik, agar santri bisa dipulangkan dengan kelengkapan perjalanan sesuai regulasi yang sudah ditetapkan oleh Satgas Pusat,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here